oleh Wen Ni

Media sosial daratan Tiongkok pada (19/3/2021) memposting pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Divisi ke-80 dari Pasukan 66389 Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Isinya menyebutkan bahwa melalui penyelidikan dan pengujian aktual. Laporan itu menekankan bahwa mobil merek Tesla dilengkapi dengan serangkaian perlengkapan seperti kamera segala penjuru atau Omni-directional camera, sensor ultrasonik dan sebagainya. Disebutkan, perangkat tersebut  mampu mengekspos keberadaan subjek. Demi memastikan keamanan rahasia militer, kendaraan dengan merek tersebut dilarang memasuki atau parkir di area tempat atau rumah keluarga yang bersangkutan.

Segera, administrator jaringan komunis Tiongkok langsung memerintahkan media sosial seperti Weibo untuk menghapus pemberitaan terkait hal ini. Namun ‘China Digital Times’, masih menyimpan arsip dari pemberitaan terdahulu. Sedangkan media WSJ pun secara tidak langsung, mengkonfirmasi kebenaran dari pemuatan berita tersebut oleh media daratan Tiongkok sebelumnya.

Pada 22 Maret, WSJ mengutip informasi dari sumber yang mengetahui masalah tersebut memberitakan, bahwa pemerintah komunis Tiongkok pernah melakukan penilaian terhadap keamanan nasional terkait dengan penggunaan mobil Tesla yang buatan perusahaan Amerika Serikat. 

Pejabat komunis Tiongkok berpendapat bahwa, mobil Tesla dapat memperoleh berbagai data melalui kendaraan, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana kendaraan tersebut digunakan, serta informasi pribadi pengemudinya. Pemerintah khawatir bahwa data tertentu dapat dikirim kembali ke Amerika Serikat. Oleh karena itu, membatasi personel militer dan karyawan BUMN utama menggunakan mobil Tesla.

Pada 19 Maret, pihak Tesla memberikan tanggapan bahwa tidak ada kendaraan yang dijual di pasar Tiongkok yang kamera dalam mobilnya dihidupkan, juga tidak ikut uji coba FSD Beta (Full Self-Driving).

Menurut informasi yang dirilis oleh media Tiongkok ‘Caixin’, bahwa Elon Musk, CEO Tesla berjanji akan menjaga kerahasiaannya. 

CEO Tesla, Elon Musk mengatakan bahwa dirinya, tidak akan menggunakan kendaraan untuk melakukan kegiatan intelijen di Tiongkok. Tesla adalah pemimpin dalam mobil pintar. Jumlah kendaraan yang dilengkapi dengan kamera dan kemampuan persepsi lingkungan yang kuat, sedang mengalami peningkatan minat dari masyarakat dari hari ke hari. Meskipun beberapa orang di daratan Tiongkok, khawatir hal itu akan memengaruhi keamanan nasional komunis Tiongkok.

Pada 20 Maret, di Forum Pembangunan Tiongkok (China Development Forum) tahun 2021, Elon Musk menanggapi kekhawatiran tersebut dengan mengatakan : “Jika Tesla menggunakan mobil untuk melakukan kegiatan spionase di Tiongkok, maka pabrik dan bisnis Tesla di Tiongkok akan kami tutup, Jadi kami memiliki keinginan kuat untuk menjaga kerahasiaannya”.

 ‘Diplomasi Serigala Perang’ dan Mendukung Pemasaran Kendaraan Listrik Lokal

Dalam hal ini, Shi Shan, seorang komentator politik Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan : “Pemerintah komunis Tiongkok membatasi penggunaan mobil Tesla dengan alasan keamanan itu hanya dibuat-buat saja. Sebagai kendaran listrik, fitur dalam mobil Tesla itu bukan baru ada sekarang, “ancaman” yang mereka tuduhkan juga bukan baru muncul hari ini. Mengapa sebelumnya pemerintah komunis Tiongkok tidak khawatir terhadap hal ini ? Justru dimunculkan pada saat sensitif dimana pertemuan diplomatik Tiongkok – AS sedang berlangsung ? Jelas pernyataan ini dimunculkan untuk mengimbangi ‘diplomasi serigala perang’ komunis Tiongkok”.

Menurut analisis Mike Li, kepala peneliti Institut Keuangan dan Ekonomi AS, bahwa cara yang digunakan oleh pemerintah komunis Tiongkok menggiring masuknya investasi Tesla ke daratan Tiongkok tidak berbeda dengan cara yang mereka terapkan terhadap Apple, yakni memanfaatkan teknologi dan rantai industri yang dibangun oleh perusahaan AS tersebut untuk mendukung industri manufaktur energi baru lokal Tiongkok. Komunis Tiongkok selama ini, “menghancurkan jembatan usai dirinya menyeberangi sungai”. 

Sejak Tesla masuk ke daratan Tiongkok, kendaraan listrik lokal seperti NIO Motors, Li Auto, Xiaopeng Motors dan lainnya jadi ikut berkembang. Sekarang pabrikan tersebut sudah cukup mapan, tentu saja komunis Tiongkok tidak ingin Tesla terus tumbuh dan berkembang.

Media Tiongkok ‘Tencent’ mengutip ucapan sumber yang mengetahui masalah melaporkan bahwa, perusahaan otomotif Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd yang berbasis di Hangzhou akan meluncurkan mobil listrik kelas atas dengan merek ‘Zeekr’ untuk bersaing dengan Tesla.

Merek Zeekr adalah bagian dari entitas kendaraan listrik Geely Automobile yang akan datang “00 Technology” (Lingling Technologies / Double Zero Technologies). Geely berencana untuk memproduksi kendaraan listrik murni di bawah perusahaan “00 Technology”, termasuk merek Lynk & Co berdasarkan arsitektur SEA (Sustainable Experience Architecture), dan merek kendaraan listrik Geometris.

Tencent melaporkan bahwa penjualan Tesla di pasar Tiongkok berkembang pesat. Langkah Geely ditujukan untuk mewujudkan ambisi jangka panjang dari pendiri dan ketua dewan perusahaan Li Shufu, yaitu memproduksi mobil kelas atas yang “mirip Benz” untuk menyaingi Tesla. Geely memiliki saham perusahaan mobil Volvo dan 9,7% saham perusahaan Daimler.

Menurut dokumen yang diserahkan Tesla kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini, bahwa omzet penjualan perusahaan Tesla di daratan Tiongkok tahun lalu mencapai USD. 6,662 miliar, meningkat sebesar 123,63% dari tahun sebelumnya, menyumbang 21,12% dari total pendapatan global Tesla, kedua setelah penjualan di pasar AS (48,22%).

Menurut angka yang dirilis oleh perusahaan Geely pada 6 Januari, total penjualan mobil perusahaan Geely tahun lalu adalah 1,32 juta unit, menjadi merek mobil penumpang terlaris di Tiongkok selama 4 tahun berturut-turut. Namun, performa dari kendaraan energi baru Geely tidak sebaik yang diharapkan. Tahun lalu, perusahaan hanya menjual sebanyak 68.000 unit mobil, turun hampir 40% dari penjualan tahun 2019.

Selain Geely, penjualan kendaraan listrik lokal seperti NIO Motors, Li Auto, Xiaopeng Motors juga mulai mengekor di belakang Tesla. Meskipun pada bulan Desember tahun lalu, total penjualan dari ketiga perusahaan kendaraan listrik ini hanya mencapai 19.000 unit, masih berada di belakang penjualan Tesla yang 23.000 unit. Akan tetapi, dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun 2019, ternyata peningkatan penjualannya telah mencapai lebih dari 100%.

Meski total penjualan mobil Tesla di pasar Tiongkok tahun 2020 adalah lebih dari 147.000 unit, tetapi karena kendaraan listrik merek lokal Tiongkok seperti NIO dan Geely ikut menggerogoti pangsa pasar yang ada, jadi persaingannya dipastikan semakin sengit. (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular