Qiao An – NTDTV.com

 Jumlah orang yang terinfeksi virus Komunis Tiongkok (COVID-19)  di dunia melebihi 125,2 juta kasus, dan 2,75 juta orang meninggal dunia pada  (25/3/2021). Di antara mereka, Amerika Serikat menyumbang hampir sepertiga dari infeksi dunia. Di Eropa dan Amerika Selatan, virus varian yang berasal dari Inggris dan Brasil masing-masing mendominasi babak baru epidemi.

Secara total jumlah orang yang terinfeksi  di Amerika Serikat telah melebihi 30 juta orang, dan 546.000 orang telah meninggal dunia. Mulai minggu ini, Florida akan mengizinkan orang yang berusia di atas 40 tahun untuk divaksinasi dan setelah 5 April, vaksinasi akan dibuka untuk semua orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun.

New Jersey telah merumuskan peraturan baru bahwa perusahaan berhak mewajibkan karyawan untuk memasuki tempat kerja setelah divaksinasi, tetapi karyawan dapat dibebaskan karena alasan kecacatan, kehamilan, menyusui, atau agama.

Setelah terpapar penggunaan “data kedaluwarsa” oleh badan kesehatan, AstraZeneca merevisi data dalam uji klinis besar di Amerika Serikat pada hari Kamis 25 Maret, mengurangi tingkat efektif pencegahan virus Komunis Tiongkok dari 79% menjadi 76%, tetapi untuk kasus yang parah dan rawat inap. Efek penyembuhan pasien masih bisa mencapai 100%.

Pada hari kedua setelah Jerman mengumumkan pembatalan blokade Paskah, kasus baru melonjak, 22.657 orang terdiagnosis dan 228 orang meninggal.

Kanselir Jerman Merkel mengatakan,  “Jumlah kasus di seluruh Eropa meningkat lagi dengan cepat. Sejauh ini, lebih dari 500.000 orang telah tewas di Uni Eropa. Kerusakan ekonomi sangat besar.”

Polandia melaporkan rekor 34.151 kasus baru pada Kamis (25/3), dan virus varian Inggris adalah alasan utama kemunduran epidemi yang cepat. Otoritas Polandia mengumumkan langkah-langkah yang lebih ketat hari itu, menutup taman kanak-kanak dan tempat pangkas rambut sebelum Paskah, serta membatasi kegiatan ibadah gereja.

Virus varian Brasil menyebar dengan cepat di Peru, dengan 11.260 kasus baru pada hari Kamis 25 Maret, rekor tertinggi dalam satu hari, dan memaksa negara itu untuk menerapkan penguncian yang lebih ketat lagi. 

Survei menunjukkan bahwa 40% kasus kota Lima, Peru  adalah virus varian Brasil. Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menyatakan bahwa virus varian Brazil yang lebih menular telah muncul di 15 negara Amerika dan secara bertahap menjadi virus yang dominan.

Jumlah kasus di India terus melonjak, dengan 53.476 kasus yang baru dikonfirmasi pada hari Kamis 25 Maret, rekor tertinggi dalam satu hari dalam lima bulan. Jumlah infeksi di Maharashtra saja mencapai 31.855. Ibukotanya, New Delhi, India memulai pengujian virus secara acak di semua titik masuk seperti stasiun bus, stasiun kereta api, dan bandara. 

Hingga Kamis 25 Maret, jumlah kumulatif infeksi di India melebihi 11,8 juta kasus, dengan lebih dari 160.000 kasus kematian.

Sementara itu estafet obor Olimpiade Tokyo pada 25 Maret, secara resmi diluncurkan di Fukushima, Jepang. Untuk menghindari penyebaran virus, tidak ada penonton yang disiapkan selama acara estafet pertama. Dalam empat bulan ke depan, hampir 10.000 atlet akan menyebarkan obor Olimpiade ke 47 prefektur dan pulau di Jepang.  (hui/rp)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular