JENNI JULANDER

Mamalia air tawar yang luar biasa ini secara teknis diklasifikasikan sebagai paus bergigi, meskipun moncongnya yang memanjang  sangat mirip dengan lumba-lumba. Ini adalah spesies lumba-lumba sungai terbesar, dan kulitnya berwarna merah muda saat mendekati dewasa, menjadikannya salah satu  fauna  unik di lembah Sungai Amazon dan Orinoco.

Lumba-lumba Sungai Amazon (atau boto) biasanya ditemukan di wilayah Amazon Amerika Selatan, termasuk di Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Peru, dan Venezuela.

Menurut Ecuador and Galapagos Insiders (EGI), meskipun lumba-lumba Sungai Amazon dewasa berwarna merah muda, bayinya sebenarnya lahir dengan warna abu-abu. 

Beberapa di antaranya berubah warna dengan timbul bercak, sedangkan yang lain berubah sepenuhnya menjadi merah jambu, dengan pejantan biasanya berubah warna menjadi paling merah.

Mereka dapat tumbuh sepanjang 2,8 meter, dengan berat sekitar 160 kg, dan dapat hidup hingga 30 tahun. Faktanya,  Aqua Expeditions melaporkan bahwa lumba-lumba sungai merah muda memiliki tubuh dan otak terbesar dari semua lumba-lumba air tawar.

(COULANGES/Shutterstock)

Mungkin karena penampilannya yang mirip albino, EGI melaporkan  bahwa spesies   tersebut dikabarkan buta. Namun, meski memiliki mata yang agak kecil, lumba-lumba merah muda memiliki penglihatan yang luar biasa tajam.

Tidak seperti “sepupu air asin” mereka, lumba-lumba merah muda lebih suka menyendiri, lebih suka menghabiskan waktu sendirian atau dalam kelompok kecil. Namun, sumber makanan yang besar dapat menyatukan mereka dalam kelompok besar.

Meskipun mereka menikmati kesendirian, lumba-lumba merah muda sama-sama bersahabat dengan manusia, seperti rekan samudera mereka. Mereka akan berinteraksi dengan manusia, meskipun tidak seperti lumba-lumba laut, mereka tidak sering melakukan pertunjukan dengan melompati ombak.

Tapi kurangnya akrobat mereka lebih dikarenakan kurangnya kelincahan.

(COULANGES/Shutterstock)

Menurut Aqua Expeditions, lumba-lumba ini memiliki kemampuan memutar kepala 180 derajat, berenang dengan sirip mengayuh berlawanan arah, berenang terbalik, dan banyak lagi. Semua manuver cekatan ini memung- kinkan mereka menghindari bebatuan, batang pohon, dan rintangan sungai lainnya.

Lumba-lumba merah muda paling aktif pada siang hari, jadi siapa pun yang mengun- jungi lembah Sungai Amazon kemungkinan besar akan melihatnya pada pagi hingga sore hari di tempat-tempat seperti Ekuador dan Kepulauan Galapagos.

Sayangnya, spesies itu juga menghadapi ancaman. Kelompok konservasi telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang dihadapi lumba-lumba merah muda, seperti terjebak di tali pancing.

(COULANGES/Shutterstock)

Namun, lumba-lumba Sungai Amazon dianggap sebagai makhluk “mitos” di banyak bagian Amerika Selatan, jadi ada harapan bahwa status istimewanya dapat membantunya pulih dari bahaya. Banyak penduduk setempat sangat menghormati hewan tersebut. Di beberapa daerah, menyakiti lumba-lumba merah muda bahkan dianggap membawa sial.

Menurut Yayasan Konservasi Lumba-Lumba Sungai Amazon (ARDCF), lumba-lumba merah muda terdaftar sebagai Hewan Terancam Punah di bawah  Persatuan   Internasional untuk Konservasi Alam.

ARDCF memperkirakan bahwa 1.500 lumba-lumba sungai  merah muda diburu dan dibunuh   oleh   nelayan  dan pemburu setiap tahun. Lebih buruk lagi, memorandum 2015 yang melarang perburuan mamalia cantik ini telah kedaluwarsa, dan sekarang telah dinyatakan legal untuk membunuh lumba-lumba Sungai Amazon dan menggunakannya sebagai umpan memancing.

Untuk saat ini, hewan ini masih terlihat berenang di samping penginapan turis di Galapagos atau ditemukan dengan bantuan pemandu lokal di Sungai Amazon Peru dan di tempat lain. Bahkan dikabarkan bahwa mamalia yang sangat cerdas ini dapat mengenali tetangga manusia lokalnya! (osc)

Video Rekomendasi :

 

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular