Erabaru.net. Dewan sekolah di Jepang telah menghapus praktik mengerikan, di mana anggota staf sekolah memeriksa warna pakaian dalam siswa.

Pekerja sekolah di Jepang tidak lagi diizinkan untuk memeriksa warna pakaian dalam para siswa, untuk memastikan mereka mengikuti kode berpakaian khusus putih.

Guru dikatakan telah memeriksa siswa perempuan untuk memeriksa warna bra yang dikenakan, atau memperhatikan anak-anak dan remaja saat mereka mengikuti kelas gym untuk memastikan mereka mengenakan pakaian dalam dengan warna yang tepat.

Departemen Pendidikan di Prefektur Saga Jepang melakukan penyelidikan terhadap 51 sekolah di daerah tersebut, dan menemukan bahwa 14 di antaranya memiliki batasan seragam yang mengharuskan siswa mengenakan pakaian dalam hanya putih.

Setelah kekhawatiran tentang cara staf sekolah menegakkan aturan aneh tersebut, dengan melanggar privasi anak-anak untuk memeriksa warna pakaian dalam mereka, dewan pendidikan kini mengumumkan bahwa ke-14 sekolah telah menghapus aturan tersebut.

Menurut News On Japan, tidak akan ada lagi aturan seputar jenis pakaian dalam yang harus dikenakan siswa, mulai dari tahun ajaran baru, yang akan dimulai hanya dalam beberapa minggu.

Selain itu, dua sekolah memilih untuk menghapus peraturan yang menyatakan bahwa mereka tidak diperbolehkan memiliki selimut di sekolah. Banyak siswa di negara ini sering memilih untuk menggunakan selimut di sekolah karena kerena sekolah tidak tersedia alat pemanas, bahkan di musim dingin.

Diharapkan prefektur lain di negara ini akan mengikuti jejak Saga dalam menghapus praktik-praktik yang tidak baik tersebut. (yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular