oleh Zheng Gusheng 

Baru-baru ini, banyak informasi mengenai tawaran menjual properti di Internet, bahkan pemilik properti dengan fasilitas KPR dan telah lama mengangsur menawarkan kondisi yang menggiurkan pembeli tetapi merugikan diri sendiri, yakni “Ambil Alih Angsuran KPR  Gratis Properti”. 

Penurunan harga perumahan 4 tahun berturut-turut di seputaran Kota Beijing, seperti Kota Sanhe, Kota Zhuozhou, Gu’an County dan lainnya di Provinsi Hebei, menyebabkan banyak pembeli rumah lokal dengan fasilitas KPR memposting informasi di Internet sebagaimana penawaran diatas. Informasi itu menyebutkan bahwa  siapa saja pembeli yang bersedia mengambil alih sisa angsuran KPRnya di Bank, maka properti dapat diberikan secara gratis, alias tidak lagi memperhitungkan berapa luas bangunan dan berapa nilai per meter perseginya. 

Media corong Partai Komunis Tiongkok mengutip informasi yang diperoleh dari seorang agen real estat di Kota Zhuozhou memberitakan bahwa banyak harga properti telah turun dari yang sebelumnya yakni tahun 2017 sebesar  RMD. 20.000 per meter persegi menjadi RMB. 10.000 per meter persegi saat ini. 

Meskipun demikian pasar juga masih sepi. Agen tersebut hanya berhasil menyelesaikan kurang dari 20 transaksi penjualan pada tahun lalu, dan sebagian besar merupakan transaksi pengoperan kepemilikan dari warga setempat.

Selain itu, harga tanah perumahan di dekat Stasiun Kereta Api  cepat di Gaobeidian, Hebei juga turun dari RMB. 10.000 per meter persegi pada tahun 2017 menjadi RMB. 6.500 per meter persegi.

Pejabat dari bagian penjualan suatu perusahaan real estat yang berada di sekitar Beijing mengatakan  karena penurunan harga real estat yang terjadi terus menerus, dalam 2 tahun terakhir ini pihaknya banyak menerima keluhan dari para pembeli. Bahkan pembeli dari beberapa proyek real estat sering berkumpul untuk menuntut pihaknya membatalkan transaki pembelian.

Meskipun pembeli real estat yang berada di seputaran Kota Beijing rame-rame memposting penawaran “Oper Angsuran KPR Gratis Properti” di platform online, namun, menurut analisis dari seorang ahli perumahan,  jika harga rumah turun lebih dari 30%, maka para pengambil alih angsuran KPR real estat dengan imbalan “gratis properti” semacam ini tidak berarti telah diuntungkan jika dibandingkan dengan membeli properti baru. 

Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada orang yang bersedia mengambil alihnya.

Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.

Pada  Februari tahun ini, ada seorang netizen memposting informasi tentang “Gratis Pemberian Real Estat Tianyangchen” yang isinya menyebutkan bahwa dirinya memiliki sebuah tempat tinggal di Real Estat Tianyangchen dengan ukuran luas 40 meter persegi dan sisa angsuran KPR lebih dari RMB. 700.000 yang belum dilunasi. Nilai tersebut masih setara dengan harga pasar saat ini. Dan cocok kiranya untuk dialihkan kepada mereka yang saat ini belum memiliki rumah. 

Netizen tersebut juga menjelaskan bahwa keinginan pengoperan kepemilikan properti ini bukan karena ia tidak mampu membayar sisa angsurannya, tetapi lebih karena ia harus pindah ke provinsi lain, sehingga mubazir jika terus dipertahankan.

Pada saat itu, media partai menanggapi kasus pemberian gratis real estat semacam itu dengan “kasus tersendiri” yang tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, Frank Tian Xie, Profesor dari Aiken School of Business University of South Carolina dalam forum perbincangan yang diselenggarakan oleh ‘Voice of Hope’ mengatakan, bahwa ketika isu seperti itu muncul, seringkali hanya sebuah puncak gunung es. Tidak menutup kemungkinan masih banyak situasi mirip juga terjadi di daerah yang sama, banyak masalah sosial berskala besar telah muncul baik di Beijing maupun seluruh negeri.

Menurut Frank Tian Xie, sejumlah “badai” keuangan sekarang telah menimpa berbagai perusahaan real estat, institusi keuangan, perbankan, platform pembiayaan, yayasan pendanaan atau proyek keuangan lainnya yang berada di daratan Tiongkok, dan menjadi semakin umum. 

“Ini sebenarnya merupakan bagian fenomena dari runtuhnya sistem mata uang Renminbi dan ekonomi Tiongkok,” katanya. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular