Erabaru.net. Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, BMKG, Rahmat Triyono membantah adanya aktivitas sambaran petir sekitar lokasi kebakaran di Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat pada Senin dini hari (29/3/2021).  

“Berdasarkan alat monitoring lightining detector yang berlokasi di BMKG Jakarta dan BMKG Bandung dari pukul 00.00 s/d pukul 02.00 WIB bahwa tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah Kilang minyak Balongan Indramayu,” ujarnya dalam siaran pers resmi BMKG.

Menurut BMKG, pihaknya melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan lightning detektor di 56 lokasi. Monitoring dilakukan menggunakan alat Lightning Detector dengan Resolusi alat monitoring BMKG efektif pada radius 300 Km. Alat monitoring ini terpasang di stasiun-stasiun BMKG, dan di Pulau Jawa terdapat 11 stasiun monitoring aktivitas petir dari Banten hingga Jawa Timur.

Sementara itu, penanganan insiden kebakaran empat tangki di area T-301 Kilang Balongan terus dilakukan, sebanyak dua tangki berhasil dipadamkan. Tangki pertama berhasil dipadamkan pada pukul 01.30 WIB dini hari tadi 31 Maret 2021. Selanjutnya tangki berikutnya sekitar pukul 06.44 WIB. Dua tangki sisanya masih terus dilakukan fire fighting.

“Alhamdulillah dua titik api telah berhasil dipadamkan, yaitu api di tanki T-301 H dan T-301 E. Dua tanki lainnya yaitu T-301F dan T-301G masih terus kami kerahkan,” ujar Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto dalam siaran persnya.

Agus menambahkan, pengaturan orientasi peralatan fire fighting sudah dilakukan dan akan segera dimulai fire fighting kembali setelah peralatan on position, dengan sasaran 2 tanki yang masih terbakar, yaitu T-301F dan T-301G.

Meski api telah padam di tangki T-301H dan T-301E, namun masih terus dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada flash lagi.

Pada awal kejadian, Tim Emergency Pertamina telah melokalisasi titik api di dalam bundwall atau tanggul di sekeliling tangki T-301 dimana terdapat 4 Tanki penyimpanan BBM. Pemadaman juga dilakukan dengan menggunakan Foam ke Perimeter Bundwall dan pusat nyala api, serta mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran, yang terdiri dari Mobil Damkar Pertamina Group dan pemda setempat.

“Pertamina tetap fokus memadamkan api di dua Tanki lainnya dan terus mengerahkan segala daya dengan offensive fire handling,” ujar Agus. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular