Epochtimes.com

Kapal kargo raksasa Evergreen Marine Corp berhasil dibebaskan Senin (29/3) setelah nyangkut di Terusan Suez hampir seminggu. Bagaimana proses pembebasannya? Media Taiwan Central News Agency yang mengutip berita dari media AS Business Insider melaporkan bahwa, menurut perusahaan manajemen kapal (Bernhard Schulte Shipmanagement) yang menangani kapal Ever Given, bahwa kapal pengeruk pasir Mashhour memiliki kapasitas pengerukan pasir dari dasar terusan sebanyak 2.000 meter kubik per jam. 

Kepala Otoritas Terusan Suez Osama Rabie juga mengatakan bahwa, pekerjaan pengerukan pasir yang membuat kapal Ever Given kandas banyak dilakukan oleh Mashhour, sehingga memudahkan kapal-kapal penarik dalam menggeser kapal keluar dari jebakan lumpur.

Tim penyelamat juga menggunakan kapal keruk lain yang berukuran lebih kecil, agar bisa lebih dekat dengan kapal Ever Given untuk melakukan pengerukan lumpur. Media AS Associated Press melaporkan bahwa, tidak kurang 27.000 meter kubik pasir dan lumpur yang berhasil dikeruk dari area sekitar kapal.

Bergesernya kapal dari tempat kandasnya, selain hasil dari pengerukan pasir dan lumpur, juga karena terjadinya air pasang setinggi setara 46 cm. 

Wall Street Journal melaporkan bahwa, setiap kali terjadi bulan purnama atau bulan baru, bulan, bumi, dan matahari akan membentuk garis sejajar, pada saat demikian pasang laut akan mencapai klimaksnya. Oleh karena itu, para insinyur kemudian memanfaatkan kesempatan bulan purnama yang airnya sedang pasang.  Sehingga kapal kargo itu lebih mengapung untuk mempermudah penarikan kapal dari area kandas.

Beruntung upaya pembebasan kapal Ever Giver dari kandas ini bertepatan dengan terjadinya “Supermoon” pertama tahun ini.  Sehingga cukup membantu pembebasannya. “Supermoon” yang dimaksud adalah posisi bulan purnama tepat berada dalam orbit elipsnya yang paling dekat dengan Bumi. Kondisi seperti ini bisa terjadi sampai beberapa kali dalam setahun. 

Setelah berhasil membebaskan kapal dari kandas, fokus selanjutnya akan dialihkan pada  penyelidikan terhadap faktor penyebabnya. Meskipun angin kencang dan badai pasir umumnya dianggap sebagai alasan utama, tetapi Otoritas Terusan Suez juga menyatakan bahwa kesalahan manusia atau teknis tidak boleh dikesampingkan.

Salah satu fokus penyelidikan adalah terhadap kedua orang navigator Terusan Suez yang bertanggung jawab untuk menggiring kapten kapal Ever Given berlayar melalui terusan. Mungkin saja mereka telah membuat kesalahan dalam komunikasi. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular