Qiao En – NTD

Pada 31 Maret 2021, jumlah orang yang terinfeksi virus Komunis Tiongkok (COVID-19) di Amerika Serikat melebihi 30,44 juta kasus dan hampir 552.000 orang yang meninggal.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa setidaknya 12.053 kasus virus varian yang berasal dari Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan telah ditemukan di Amerika Serikat. California, Florida, dan Michigan memiliki jumlah varian tertinggi infeksi virus.

Setelah Texas mencabut perintah wajib masker sejak tiga minggu lalu, tingkat infeksi sekarang berada pada rekor terendah. Sedangkan tingkat rawat inap mencapai titik terendah dalam 6 bulan. Pada saat yang sama, lebih banyak negara bagian Republikan, termasuk Arkansas, Arizona, dan Alabama, berencana untuk mencabut wajib masker.

Sementara itu, Bunga sakura sudah mekar sepenuhnya di Washington DC, ibu kota Amerika Serikat. Seperti tahun lalu, penyelenggara “Festival Bunga Sakura Nasional” tahun ini, melarang pengunjung datang ke lokasi, tetapi diminta untuk menontonnya secara online.

Presiden Prancis Macron secara resmi mengumumkan pada  Rabu bahwa mereka akan memasuki penguncian nasional ketiga mulai  Sabtu . Sedangkan sekolah dasar dan menengah serta taman kanak-kanak akan ditutup selama tiga minggu. 

Pada bulan Maret, jumlah kasus di Prancis melonjak dalam satu hari. Dalam seminggu terakhir, jumlah kasus mencapai 40.000 kasus. Jumlah kematian di seluruh negeri mendekati 100.000 orang. Unit perawatan intensif sangat jenuh. Epidemi parah memaksa Macron meninggalkan upaya untuk menghindari kuncian nasional.

Presiden Prancis Emanuel Macron berkata : “Jika kami tidak mengambil tindakan, kami akan kehilangan kendali.”

Di bawah dampak gelombang ketiga epidemi, tekanan pada rumah sakit Belgia meningkat tajam, dan jumlah pasien yang sakit parah meningkat hampir seperempat dari minggu sebelumnya. 

Pihak berwenang telah memerintahkan rumah sakit untuk mencadangkan 60% perawatan intensif tempat tidur unit untuk pasien pneumonia Komunis Tiongkok. Saat ini, lebih dari 22.000 orang di Belgia telah meninggal dunia akibat virus Komunis Tiongkok, yang mana merupakan salah satu negara dengan tingkat kematian per kapita tertinggi di dunia.

Namun demikian, pengadilan Brussels memutuskan pada hari Rabu bahwa pemerintah harus menghapus semua pembatasan dalam waktu 30 hari, jika tidak maka harus membayar denda 5.000 euro per hari hingga batas 200.000 euro tercapai.

Jumlah infeksi di Swedia telah meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir, dengan 8.441 kasus baru dan 35 kasus kematian dilaporkan pada hari Rabu. 

Pihak berwenang Swedia mengumumkan, bahwa mereka akan menunda rencana awal untuk melonggarkan pembatasan setelah Paskah hingga 3 Mei 2021. Akan tetapi, karena kehidupan sehari-hari masyarakat sudah sangat dibatasi, mereka tidak akan mengambil tindakan yang lebih ketat untuk mengekang lonjakan kasus.

Inggris telah memasuki lockdown tahap kedua  mulai minggu ini, memungkinkan hingga 6 orang untuk berkumpul di luar ruangan. Tapi Sabtu lalu 27 Maret, polisi di Birmingham  menemukan sekitar 30 orang berkumpul di bawah jembatan jalan raya melalui kamera pencitraan termal drone. Polisi kemudian menggunakan helikopter untuk menerangi kerumunan agar membubarkan diri. Diantaranya 22 orang didenda, disebabkan karena pelanggaran pengendalian epidemi. 

Brasil menambahkan 84.494 kasus yang dikonfirmasi dan 3.780 kasus kematian pada Rabu 31 Maret. Adapun jumlah kematian dalam sehari mencapai titik tertinggi terbaru. Karena banyaknya jumlah kematian, fasilitas pemakaman di Sao Paulo kewalahan dan harus mengadakan pemakaman siang dan malam. Brasil saat ini menyumbang seperempat dari kematian harian dunia, dengan 58.924 kasus kematian hanya di  Maret 2021. (hui)

 

 

 

 

Share

Video Popular