NTDTV.com

Penindasan brutal pemerintah militer Myanmar hingga Minggu (4/4/2021), memakan korban 564 orang dibunuh termasuk 47 anak-anak, 2.667 orang ditahan. Para tahanan termasuk pasangan Australia. Menurut Reuters, mereka berada dalam tahanan rumah setelah kudeta di Myanmar. Mereka telah dibebaskan dan diizinkan meninggalkan negara itu tanpa penuntutan.  

Di Myanmar, kudeta militer terjadi pada 1 Februari tahun ini. Kepemimpinan Aung San Suu Kyi, digulingkan militer dari kekuasaannya. Sejak itu, masyarakat mengalami gejolak.

Menurut The Sydney Morning, Herald Matthew O’Kane dan Christa Avery menjalankan perusahaan konsultan bisnis di Myanmar yang menangani perencanaan dan pengembangan. Mereka tidak diizinkan pergi ketika hendak naik pesawat dan kembali ke Australia bulan lalu.

Avery mengatakan dalam pernyataannya: “Saya dibebaskan dan dalam perjalanan pulang bersama suami saya. Tentu saja saya sangat lega.”

“Bahkan jika saya tahu saya tidak melakukan kesalahan, menjadi tahanan rumah selama dua minggu sangat membuat cemas dan gugup.”

Selain itu, penasihat ekonomi Australia Aung San Suu Kyi, Sean Turnell, ditangkap tak lama setelah militer merebut kekuasaan dan saat ini berada di penjara.

Avery berkata: “Sekalipun Turnell tidak bisa segera dibebaskan, demi kesehatan fisik dan mental serta emosionalnya, saya harap dia setidaknya bisa dipindahkan ke tahanan rumah.”

Pihak berwenang Myanmar telah menyatakan bahwa Turnell sedang diselidiki, tetapi tidak merinci kejahatan apa yang diduga dilakukannya. Seorang pengacara dari Aung San Suu Kyi mengatakan pekan lalu bahwa menurut sepengetahuannya, Turnell diduga melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi, namun dakwaan tersebut belum dikonfirmasi.

Demonstran anti-kudeta Myanmar menggunakan telur Paskah yang dilukis dengan pola pembangkangan untuk melakukan gelombang protes terbaru. (STR / AFP melalui Getty Images)

Menurut Assistance Association for Political Prisoners sebelumnya, saat ini ada setidaknya 2.658 warga sipil yang ditahan di seluruh Myanmar. Pihak berwenang juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 40 selebriti akhir pekan ini, kebanyakan dari mereka telah bersembunyi.

Setelah berbicara dengan seorang reporter CNN pada  2 April, sepasang saudari juga ditahan bersama dengan kerabat lainnya. Media lokal melaporkan bahwa keduanya membuat gerakan tiga jari saat berbicara dengan wartawan.

Seorang juru bicara CNN mengatakan: “Kami mendesak pihak berwenang untuk memberikan informasi tentang masalah ini dan mengizinkan setiap tahanan dibebaskan dengan aman.” 

Gelombang protes terbaru telur Paskah

Central News Agency melaporkan bahwa pada hari Paskah 4 April, demonstran anti-kudeta melakukan gelombang protes terbaru dengan telur Paskah yang dilukis dengan pola pembangkangan.

Demonstran anti-kudeta Myanmar menggunakan telur Paskah yang dilukis dengan pola pembangkangan untuk melakukan gelombang protes terbaru. (STR / AFP melalui Getty Images)

Banyak pengunjuk rasa melukis pesan politik di kulit telur rebus, kemudian meletakkan telur di depan rumah tetangga dan memasukkannya ke dalam tas dan menggantungnya di pintu depan.

Foto-foto di media sosial menunjukkan beberapa telur dilukis dengan potret Aung San Suu Kyi dan gerakan tiga jari melambangkan perlawanan, beberapa telur ditulis dengan kata-kata seperti “Selamatkan Rakyat” dan “Demokrasi”.

Selain itu, di Mandala (Wacheng), kota terbesar kedua di Myanmar, rakyat juga turun ke jalan pada dini hari. Beberapa dari mereka turun ke jalan dengan membawa bendera dan sepeda motor, meskipun kematian empat pengunjuk rasa lainnya di kota-kota seperti Bago dan Monywa pada 3 April. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular