NTDTV.com

Di Indonesia yakni di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTB) dan Timor Leste, hujan lebat menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir. Pada  5 April, Lebih dari 75 orang telah tewas dan puluhan lainnya hilang. Pihak berwenang mengatakan bahwa hujan deras akan terus berlanjut hingga 9 April.

Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) mencontohkan bahwa dua topan tropis baru-baru ini melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan hujan lebat serta angin kencang telah menyebabkan banjir skala besar, serta tanah longsor dan bencana lainnya.

Badan Meteorologi mengatakan sebelumnya bahwa topan tropis secara bertahap mendekati Selat Sabu di pantai utara Timor Leste, yang dapat menyebabkan angin kencang dan membawa hujan dalam jumlah besar serta memicu gelombang yang lebih kuat.

Hujan deras mulai turun pada 3 April, menyebabkan aliran batu-batuan yang parah dan banjir. Kondisi pemukiman di pulau Flores di Indonesia hingga Timor Timur berantakan. Banyak rumah hanyut dan ribuan orang mengungsi.

Rumah, jembatan, dan jalan di Flores Timur tertutup lumpur. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, sekitar 17 rumah hanyut, 60 rumah terkena aliran tanah dan batu, dan 5 jembatan hanyut. Jumlah korban sebenarnya yang terkena bencana masih dihitung. Namun, karena hujan dan gelombang besar, tim penyelamat kesulitan menjangkau daerah terpencil yang terdampak parah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Radit Jati mengatakan, “Lumpur dan cuaca ekstrem telah menjadi tantangan serius, dan tumpukan ubin yang pecah juga menghalangi tim SAR.” Menurut jati, sebanyak 55 orang telah meninggal, tetapi jumlah ini masih berubah dan pada akhirnya akan terus berubah. Sekitar 42 orang masih hilang.”

Selain itu, di wilayah Pulau Lembata, 11 orang tewas akibat banjir bandang dan 16 orang masih hilang; lebih dari 2.000 orang di Kupang di Pulau Timor. Akibat Banjir oleh aliran batuan  dan air pasang menjadi pengungsi; Kabupaten Sumba Timur juga mengalami banjir sungai dan bencana lainnya

Sedangkan untuk Timor Leste, pejabat setempat mengatakan sedikitnya 21 orang tewas. Sebagian besar korban tewas berada di Dili, ibu kota Timor Leste, yang terendam banjir.

“Reuters” mengutip laporan saksi mata menyebutkan  bahwa di pinggiran kota Dili, ibu kota Timor Leste, sedikitnya tiga orang terlihat terkubur di dalam tanah dan batu, termasuk seorang anak berusia 2 tahun. Wakil Perdana Menteri Timor Leste José Reis menyebut bencana ini sebagai bencana terburuk dalam 40 tahun terakhir. Badai hebat telah memutus pasokan listrik di Dili, dan Istana Kepresidenan juga tergenang air. (hui)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular