Erabaru.net. Kebanyakan orang tahu cacing tanah muncul ke permukaan setelah hujan, tetapi hujan lebat baru-baru ini di New Jersey diikuti oleh ‘wormnado’ aneh yang membuat para ilmuwan bingung.

Seorang wanita Hoboken melihat ratusan cacing dalam lingkaran besar di trotoar Kamis (25/3) sore.

Cacing dikenal membentuk ‘gumpalan’ — simpul yang dapat berisi ribuan cacing — tetapi tidak membentuk pola lepas seperti ini

Kyungsoo Yoo, seorang ahli biologi di University of Minnesota, mengatakan kepada Live Science bahwa meskipun cacing akan muncul secara massal setelah hujan, dia belum pernah melihat pola siklon sebelumnya.

Dia menyebut bentuk itu ‘sangat menarik.’

Wanita itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, sedang berjalan-jalan dengan anjingnya di dekat Sungai Hudson pada 25 Maret ketika dia menemukan fenomena misterius itu.

Dia mengirim gambar ‘tornado cacing’ ke anggota Dewan Kota Hoboken, Tiffanie Fisher, yang kemudian membagikannya di Facebook.

“Apakah ada yang pernah melihat yang seperti ini?’ Fisher bertanya. “Ini adalah tornado cacing yang keluar pagi ini di dekat Taman Maxwell di Hoboken.”

Fisher menambahkan bahwa dia tahu cacing tanah keluar setelah hujan ‘tapi ini sesuatu yang belum pernah dia lihat!’

Menurut wanita yang mengamati ‘tornado cacing’, ada banyak cacing lain yang tidak terperangkap dalam kelompok tersebut.

“Mereka menempel di dinding gedung di dekatnya, perlahan mendekati trotoar dan ada juga yang ke pinggir jalan,” lapor Live Science.

Seorang penggun reddit berspekulasi bahwa cacing tersebut berada dalam ‘spiral kematian’, sebuah fenomena yang terjadi pada semut tentara ketika anggotanya terpisah dari koloni utama.

Semut kehilangan jejak feromon komunitasnya dan mulai mengikuti satu sama lain dalam putaran tak berujung yang sering berakhir dengan kematian karena kelelahan.

Fenomena tersebut juga pernah diamati pada ulat dan ikan koi.

Teori lain adalah bahwa medan elektromagnetik yang disebabkan oleh tiang lampu di dekatnya mengacaukan navigasi cacing.

Menurut laporan National Institute of Health pada tahun 2015, beberapa cacing dapat merasakan medan ini, sebuah kemampuan yang disebut magnetosensation.

Bermigrasi menuju medan magnet membantu C Elegans (jenis cacing, C elegans) cacing gelang transparan sepanjang satu milimeter, untuk menemukan sumber makanan, menurut ahli biologi di University of Texas di Austin.

Neuron yang mengontrol magnetosensation pada cacing juga bertanggung jawab untuk orientasi arah.

Cacing bernapas melalui kulitnya, jadi ketika tanah sudah jenuh dengan hujan lebat, mereka naik ke permukaan untuk menghindari tenggelam.

Cacing tanah biasanya menyendiri, tetapi kadang-kadang mereka akan membentuk gumpalan yang sangat padat di permukaan untuk berbagi informasi — menggunakan sentuhan daripada sinyal kimiawi, menurut penelitian oleh ahli biologi di Universitas Liège di Belgia.

Saat menghadapi suhu ekstrim atau kurangnya kelembapan, cacing hitam California akan menjalin tubuh mereka bersama untuk membentuk ‘gumpalan cacing’ yang dapat terdiri dari lebih dari 50.000 individu.

Hebatnya, cacing bekerja secara kolektif untuk menggerakkan dan mengarahkan kelompok ke arah yang sama. (lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular