Jack Phillips

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, Selasa (6/4/2021) mengatakan, sesuai dengan rencana pelatihan angkatan bersenjata, pengecekan kontrol sudah dimulai di badan administrasi militer, formasi, dan unit militer Rusia.  

Ia juga mengatakan, tentaranya bergerak ke lokasi pelatihan untuk latihan taktis dan taktis-khusus. 

Pejabat itu mengatakan, sebanyak 4.048 latihan militer akan digelar di Rusia pada April ini. Yang mana, akan dilaksanakan di 100 tempat pelatihan, dengan sebagian besar berada di wilayah Timur Jauh Siberia.

Pada 2 April, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov pernah mengatakan kepada wartawan,  penempatan pasukan NATO ke wilayah Ukraina akan menyebabkan lebih banyak ketegangan antara Kyiv dan Moskow.

NATO menyampaikan keprihatinannya pada pekan lalu, terkait peningkatan perkembangan militer  Rusia di dekat timur Ukraina. Itu setelah Rusia memperingatkan terjadinya ketegangan dalam konflik di wilayah Donbass Ukraina, dapat “menghancurkan” Ukraina.

“Retorika kami [atas Donbass] benar-benar konstruktif,” kata Peskov kepada wartawan, menurut kantor berita TASS. 

“Kami tidak mengikuti angan-angan. Sayangnya, kenyataan di sepanjang garis pertempuran menakutkan. Provokasi dari angkatan bersenjata Ukraina memang terjadi. Mereka tidak santai. Ada dalam jumlah banyak dari mereka,” imbuhnya. 

Pada akhir Maret lalu, pejabat Ukraina mengatakan sebanyak empat anggota militernya tewas di dekat wilayah Shumy. Sedangkan pasukan yang setia kepada Republik Rakyat Donetsk dituding bertanggung jawab atas insiden itu. 

Meski demikian, Donetsk membantah terlibat dalam kematian para prajurit ukraina tersebut.  Kemudian mengatakan, mereka tewas dikarenakan akibat terkena ranjau darat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang juga berbicara dengan Presiden Joe Biden melalui sambungan telepon untuk pertama kalinya minggu lalu, men-tweet pada 1 April dengan mengatakan : “meregangkan otot dalam bentuk latihan militer di perbatasan dengan Ukraina, adalah upaya untuk memberikan tekanan untuk negosiasi tentang gencatan senjata dan perdamaian sebagai nilai kami. “

Zelensky mengatakan : “Kami  siap menghadapi provokasi.” Ia juga menambahkan,  “tentara Ukraina tidak hanya memiliki kekuatan dan kekuasaan, tetapi juga kebijaksanaan dan keseimbangan.”

Pada 2 April, Republik Rakyat Donetsk, yang didukung oleh Kremlin, mengumumkan aturan wajib militer bagi warganya yang lahir antara pada tahun 1994 dan 2003, menurut dokumen resmi yang diposting secara online.

Sementara itu, rekaman video yang diunggah di media sosial menunjukkan, terjadinya arus masuk secara signifikan dengan kendaraan militer Rusia di dekat Ukraina. Tank Ukraina juga terlihat di wilayah Donetsk dan Luhansk.

Menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, kepada wartawan pada 2 April mengatakan, dirinya yakin tentara Ukraina tidak benar-benar menginginkan “Memanasnya Konflik” di wilayah tersebut. Sergei Lavrov mengatakan, dirinya  berharap Ukraina tidak akan ‘dihasut’ oleh para politisi, yang pada gilirannya akan  ‘dihasut’ oleh Barat yang dipimpin Amerika Serikat. ” (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular