oleh Changchun

Untuk waktu yang lama, istilah patriot di daratan Tiongkok acap kali menimbulkan fenomena kontradiktif antara pengertian sebenarnya dengan perbuatan. Hal semacam itu umumnya terjadi di kalangan pejabat tinggi partai komunis Tiongkok. Beberapa bahkan tak segan untuk berkoar sebagai individu yang patriotik dan mengibarkan bendera anti-imperialisme Amerika Serikat, padahal secara diam-diam mereka telah memindahkan anggota keluarga, kekayaannya yang mungkin diperoleh secara tidak halal ke Amerika Serikat, negara yang katanya imperialis itu. 

Menurut statistik yang tidak lengkap, setidaknya ada 1,18 juta anggota keluarga pejabat partai komunis Tiongkok yang telah bermigrasi ke luar negeri. dan para suami atau ayah yang ada di daratan Tiongkok itu bersedia “hidup membujang”, mungkin demi memudahkan pelarian jika rezim kenapa-kenapa. 

Baru-baru ini, seorang lagi pejabat semacam ini “ditemukan”. Ia adalah Yang Jiechi, Direktur Kantor Luar Negeri Tiongkok yang baru kembali dari pertemuan dengan Antony Blinken cs di Anchorage, Alaska dan sempat mengkritik tajam kebijakan negara Paman Sam tempat anak bini dan kekayaannya “disembunyikan”.

Netizen jua yang mengungkapkan berita tersebut baru-baru ini.

Diplomasi gaya “serigala perang” yang dipraktikkan Yang Jiechi sewaktu bertemu dengan pejabat tinggi AS di Anchorage, Alaska pada 18 Maret lalu, kembali memancing keingintahuan netizen tersebut. Mereka beruneg-uneg pasti ada masalah dengan pejabat yang begitu patriotik ini. 

Benar saja, netizen ini menemukan bahwa istri dan putri Yang Jiechi memiliki real estate di Washington, DC. Bahkan, apartemen dengan pemandangan ke Sungai Manhattan yang harganya tidak mungkin murah.

Pada 7 April, melalui penyelidikan yang mendalam, Ceng Zheng, seorang senioran di dunia media, menemukan bahwa memang properti di kedua alamat tersebut merupakan alamat yang resmi terdaftar sebagai tempat tinggal anak dan bininya Yang Jiechi. Mereka telah tinggal di AS selama lebih dari 10 tahun.

Ceng Zheng mengatakan : “Saya melihat di Internet bahwa seseorang sudah terlebih dahulu mengungkap alamat istri dan putrinya Yang Jiechi di Amerika Serikat. Karena itu saya tertarik untuk memeriksa kebenarannya. Akibat penampilan Yang Jiechi yang terlalu menonjol belakangan ini. Dia menjadi tokoh besar berita, baik di daratan Tiongkok maupun di luar negeri. Sebagai seorang figur publik, tentu saja bagi saya maupun semua orang baik selaku penonton atau pembaca, tentu menaruh kepedulian tentang informasi dirinya”.

Dengan bantuan para ahli, Ceng Zheng memastikan keaslian dari informasi yang terungkap itu. Termasuk istri Yang Jiechi, Le Aimei, yang telah tinggal di Washington DC, ibu kota Amerika Serikat sejak tahun 2001, dan pemilik propertinya adalah pemerintah komunis Tiongkok dengan perkiraan nilai sebesar USD. 8.128.520,- (setara IDR. 118 miliar).

Putri Yang Jiechi, Yang Jiale, telah tinggal di Apartemen 1912 (60 Riverside Blvd, Apt 1912, New York) sejak bulan September 2010. Menurut situs web pemerintah New York, pemilik apartemen tersebut adalah Yan Jingbo. Tanggal pembeliannya adalah 1 September 2011 dengan harga USD. 177.782,- (setara IDR. 2,6 miliar).

Menurut informasi dari “Aula Pameran Anak Yatim”, sebuah situs web yang didedikasikan untuk mengungkap informasi pribadi pejabat senior Partai Komunis Tiongkok, Yan Jingbo adalah suami Yang Jiale.

Ceng Zheng mengungkapkan, ada banyak informasi publik yang bisa Anda cari. Selain itu, pemerintah AS sebenarnya memiliki banyak database yang berbeda. Misalnya, real estate. Selama Anda adalah agen dari industri real estate, Anda bisa mengakses Itu. Dalam database internal, siapa pemilik rumah ini ? Kapan transaksi dilakukan dan berapa harganya ? Tinggal data yang diperoleh dari berbagai sistem itu dibandingkan satu sama lain. Apalagi jika Anda memiliki seseorang yang dapat membantu Anda, Niscaya tidak sulit untuk menemukan informasi-informasi tertentu. Data-data itulah yang kemudian saya umumkan sejauh ini”,

Sejak Agustus 2015, Yang Jiale juga memiliki alamat lainnya di Amerika Serikat, yakni apartemen di 350 W 42nd St Apt 25L, New York, Pemilik properti tersebut adalah He Zhe, tanggal pembeliannya adalah 7 November 2014 dengan harga USD 1,66 juta (setara IDR. 23,2 miliar).

Ceng Zheng mengatakan : “Dari informasi pembelian rumah tersebut, dia membeli rumah itu yang harganya lebih dari USD. 1,7 juta pada tahun 2011. Saat itu, Yang Jiale yang baru berusia 17 tahun. Saat berusia 17 tahun yang belum sepenuhnya dewasa, dengan kata lain, dia dapat membeli rumah yang begitu mahal, lebih dari 1,7 juta dolar AS, yang jika dikurskan ke Renminbi setara hampir 8 juta. Pasti dia adalah orang yang memiliki keluarga dengan latar belakang yang luar biasa. Oleh karena itu menarik untuk dilakukan pengusutan”.

Sebagaimana yang diketahui, Yang Jiale diterima di Universitas Yale pada tahun 2011 dengan beasiswa penuh. Sebelumnya, dia belajar di Sidwell Friends School, sekolah swasta terkenal di Washington DC.

Ceng Zheng mengungkapkan, itu sekolahan milik swasta dimana putri Obama dan Clinton belajar, termasuk putra Bo Xilai yang bernama Bo Guagua juga bersekolah di sana. Kemudian Yang Jiale, meneruskan studinya ke Universitas Yale dengan beasiswa penuh. Sudah sepuluh tahun sejak 2011, kalau saja dia masih di Amerika Serikat, itu artinya setelah lulus kuliah, dia pun tidak kembali ke daratan Tiongkok untuk berbakti kepada nusa dan bangsanya. Hingga kini dia masih tinggal di Amerika Serikat”.

Di satu sisi, Yang Jiechi dikenal sebagai pejabat komunis Tiongkok yang berkoar anti-Amerika Serikat, tetapi di sisi lain, dia menempatkan anak bininya di Amerika Serikat. Ceng Zheng percaya, bahwa perlu bagi warga masyarakat daratan Tiongkok untuk mengetahui informasi ini.

Ceng Zheng mengatakan : “Apa yang masih dilakukan oleh para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok ini ? Keluarga dan kekayaan mereka telah sepenuhnya dipindahkan ke luar negeri sejak bertahun-tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka masih terus tinggal di daratan Tiongkok untuk meraup uang negara, kemudian melakukan berbagai sandiwara. Ceng Zheng  ingin semua teman etnis Tionghoa  dapat memahami kebenaran, yaitu jangan sampai terhasut oleh Partai Komunis Tiongkok dan mengikuti jejaknya, jangan sampai menjadi korban penanggung dosa yang mereka perbuat”.

Yang Jiechi telah “mengungsikan” anak bininya ke Amerika Serikat. Ini sekali lagi membuktikan ucapan yang pernah disampaikan oleh Si Manan, seorang anggota Partai 50 Sen yang menjadi antek komunis Tiongkok : “Anti-Amerika Serikat itu merupakan profesi, tetapi tinggal di Amerika Serikat adalah kehidupan”. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular