Reuters

Saat kecelakaan kereta api terburuk di Taiwan dalam tujuh dekade, 48 orang dipastikan tewas setelah sebuah kereta ekspres yang membawa hampir 500 penumpang dan kru, menabrak sebuah truk di dekat sisi timur kota Hualien pada Jumat (2 /4/2021) , menyebabkan truk tersebut tergelincir dan bagian depannya penyok.

Keseluruhan korban yang tewas direvisi menjadi 48 orang pada hari Minggu 4 April, setelah para penyelamat pada awalnya mengatakan ada 51 orang yang tewas. Lalu  mengatakan ada 50 orang yang tewas. Perubahan itu terjadi setelah beberapa bagian-bagian tubuh yang  ditemukan adalah milik satu orang, kata seorang juru bicara  Kata Pusat Operasi Kedaruratan Pusat Taiwan. Sedikitnya 198 orang terluka.

Truk yang ditabrak kereta api itu, baru saja meluncur di sebuah jalan yang landai menuju lintasan di luar terowongan. Para pejabat sedang menyelidiki manajer tempat konstruksi, Lee Yi-hsiang, yang rem truk miliknya diduga tidak berfungsi dengan baik.

Lee Yi-hsiang dibebaskan dengan jaminan, meskipun pengadilan tinggi  Hualien pada  Minggu membatalkan keputusan itu, setelah para jaksa mengajukan banding, mengirimkan kasus kembali ke pengadilan yang lebih rendah.

Lee Yi-hsian membacakan sebuah pernyataan meminta maaf atas apa yang terjadi saat polisi menangkapnya di kediamannya, seperti media Taiwan melaporkan.

“Saya sangat menyesali hal ini dan menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam,”Saya pasti akan bekerja sama dengan para jaksa dan polisi dalam penyelidikan, menerima tanggung jawab yang harus dipikul, dan tidak pernah mengelak tanggung jawab tersebut. Akhirnya sekali lagi saya mengungkapkan permintaan maaf saya yang tulus,” demikian pernyataan Lee Yi-hsiang. 

Seorang pekerja berdiri di depan kereta yang tergelincir di dekat Ngarai Taroko di Hualien, Taiwan, pada 3 April 2021. (Chiang Ying-ying / AP Photo)

Sebuah pengadilan Hualien mengatakan pada Minggu malam 4 April, bahwa pihaknya memerintahkan agar Lee Yi-hsian ditahan selama dua bulan, dengan mengatakan ada risiko Lee Yi-hsian akan menghancurkan bukti. Setelah dimintai keterangan oleh hakim dan bukti dari jaksa, Lee Yi-hsian dicurigai menyebabkan kematian karena kelalaian, kata pengadilan Hualien itu.

Pengacara Lee Yi-hsian mengatakan kepada wartawan, bahwa Lee Yi-hsian ingin menghadapi apa yang telah terjadi dan meminta maaf dan menyatakan penyesalan.

Berbicara pada hari sebelumnya di lokasi kecelakaan yang menghadap ke samudra dan didukung oleh pegunungan-pegunungan yang terjal, Menteri Transportasi Lin Chia-lung mengatakan ia juga tidak akan “menghindari” tanggung jawab.

“Saya juga bertugas meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh keseluruhan kecelakaan. Setelah seluruh pekerjaan penyelamatan selesai, saya yakin saya akan mengambil tanggung jawab,” kata Lin Chia-lung.

Kantor Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan secara lisan, Lin Chia-lung mengajukan pengunduran diri pada hari Sabtu, tetapi Su Tseng-chang menolaknya untuk saat ini, mengatakan upaya untuk saat ini harus fokus pada penyelamatan dan pemulihan.

Upaya-Upaya Pencarian

Para pekerja terus memindahkan kereta api dari dalam terowongan dan melihat-lihat untuk body part lainnya.

Kementerian Transportasi dan administrasi kereta api yang berada di bawah Kementerian Transportasi, menghadapi sejumlah pertanyaan, termasuk mengapa tidak ada pagar yang tepat di lokasi kejadian. Lalu, apakah terlalu banyak tiket-tiket khusus berdiri yang dijual untuk perjalanan kereta tersebut.

Petugas penyelamat memindahkan sebagian dari kereta yang tergelincir di dekat Ngarai Taroko di Hualien, Taiwan pada hari Sabtu, 3 April 2021. (Foto AP / Chiang Ying-ying)

Wakil Menteri Transportasi Wang Kwo-tsai mengatakan pada Sabtu malam, mengenai administrasi rel kereta api perlu memperhatikan semua masalah ini.

Administrasi kereta api juga tanpa seorang direktur tetap, setelah mantan kepala  pensiun pada  Januari. Posisinya sedang diisi  kapasitas PJS oleh wakil menteri transportasi lainnya, Chi Wen-chung.

Wang Kwo-tsai mengatakan, Lin Chia-lung sedang bekerja keras untuk menemukan orang yang tepat untuk mengisi pekerjaan itu.

‘Sangat Marah’

Keluarga dari korban termuda yang dikonfirmasi, seorang gadis berusia 5 tahun, sambil berlinang air mata mengatakan kepada para wartawan bahwa ia masih menunggu permintaan maaf atas kecelakaan itu. “Aku sangat marah,” kata kakek itu.

Pemerintah telah menjanjikan kompensasi dan mengatakan, akan melakukan semua yang dapat dilakukannya untuk  dapat membantu para penyintas dan kerabatnya, termasuk mengkoordinasikan donasi publik.

Bagian truk yang rusak itu, tidak akan dibuka kembali hingga paling cepat pada  20 April, kata Wang Kwo-tsai, meskipun lalu lintas kereta api terus berlanjut di jalur paralel yang berjalan melalui terowongan lain dan tidak terpengaruh oleh kecelakaan itu.

Kecelakaan itu terjadi pada awal akhir minggu yang panjang untuk tradisi Hari Sembahyang Kubur, ketika orang-orang pulang kampung untuk merawat kuburan-kuburan keluarga.

Para penyintas menggambarkan, pemandangan-pemandangan yang mengerikan di dalam bangkai kereta api itu.

Pendeta Sung Chih-chiang mengatakan kepada Reuters, apa yang dikatakan  seorang wanita penumpang yang selamat, Chung Hui-mei.

“Ia tidak dapat menemukan putrinya. Ketika ia berteriak, ia menemukan putrinya berada di bawah panel baja. Ia berusaha untuk memindahkan potongan-potongan panel baja itu satu per satu, tapi suara putrinya menjadi semakin lirih, dan kemudian ada tidak ada tanggapan,” kata Pendeta Sung Chih-chiang. (Vv)

Share

Video Popular