oleh Luo Tingting

Gedung Putih mengadakan video conference para CEO semikonduktor pada 12 April 2021, 19 orang eksekutif tingkat tinggi dari perusahaan seperti GM, Google, Intel, TSMC dan lainnya diundang untuk berpartisipasi, tetapi CEO perusahaan Tiongkok tidak diikut sertakan. Beberapa analis percaya bahwa ini berarti Amerika Serikat sedang mempercepat pemutusan hubungan dalam bidang semikonduktor dengan komunis Tiongkok.

Perusahaan Tiongkok dikeluarkan dari persaingan chip tingkat tinggi

Menanggapi kekurangan chip yang dihadapi dunia saat ini, pemerintah AS pada 12 April mengundang 19 eksekutif perusahaan besar seperti Google, Intel, dan tiga perusahaan otomotif besar : GM, Ford, dan Chrysler. Samsung Korea Selatan, NXP Belanda, dan pemimpin industri semikonduktor Taiwan TSMC, untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi online. Tetapi, eksekutif perusahaan Tiongkok tidak dilibatkan.

Konferensi tersebut dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, Ketua Konferensi Ekonomi Nasional Gedung Putih Brian Deese, dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo. Akan tetapi, tidak terbuka untuk umum.

Brian Deese mengatakan dalam sebuah pernyataan : KTT ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat rantai pasokan chip yang sedang kritis saat ini.

Presiden Joe Biden dalam pidato singkat di KTT tersebut menekankan, perlunya mempromosikan pengembangan industri berteknologi tinggi di Amerika Serikat. “Inilah yang dilakukan orang lain, dan kita harus melakukannya”. “Komunis Tiongkok dan seluruh dunia tidak menunggu, juga tidak ada alasan bagi orang Amerika untuk menunggu”.

Mengenai tidak disertakannya perusahaan Tiongkok pada KTT semikonduktor tersebut, media corong Partai Komunis Tiongkok “Global Times” mengklaim, bahwa ini adalah upaya lain yang dipimpin oleh Washington untuk memisahkan diri dengan Beijing.

Frank Tian Xie, ​​seorang profesor bisnis dari University of South Carolina mengatakan kepada Radio Free Asia, bahwa Amerika Serikat telah berturut-turut menjatuhkan sanksi kepada Huawei dan SMIC karena masalah keamanan nasional. Untuk menghindari pencurian teknologi utama dan hak kekayaan intelektual, masuk akal jika Amerika Serikat mengucilkan perusahaan Tiongkok.  Ia berkata : “Chip yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok juga bukan chip canggih, bukan chip yang bernilai tambah tinggi. Mereka tidak dapat berpartisipasi dalam persaingan tingkat tertinggi ini”.

Percepatan decoupling bidang teknologi antar Amerika Serikat dengan komunis Tiongkok

Sebenarnya sudah banyak tanda-tanda sebelumnya, yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat sedang mempercepat decoupling dengan teknologi Tiongkok.

Pada Februari tahun ini, Biden menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan jajaran terkait, tak lain untuk menginventarisasi produk dari 4 jenis teknologi utama dan membangun rantai pasokan yang fleksibel. Biden berharap dapat menganggarkan dana setidaknya USD. 100 miliar, untuk mempromosikan produksi semikonduktor AS. Selain itu, mendanai investasi dalam produksi produk utama untuk mengurangi ketergantungan dari negara lain.

Bagian dari rencana infrastruktur Biden senilai USD. 2,3 triliun yang diusulkan pada akhir bulan Maret, juga untuk mempromosikan pengembangan manufaktur berteknologi tinggi di Amerika Serikat.

Selain itu, menurut media Jepang “Nikkei Shimbun”, Biden akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada 16 April. Salah satu topik utamanya adalah membahas kerjasama rantai pasokan semikonduktor. Termasuk, membentuk kelompok kerja terkait untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain. Ini berarti bahwa Amerika Serikat dan Jepang, sedang mempererat kerja sama dalam bidang iptek agar bisa sepenuhnya decoupling dengan komunis Tiongkok.

Komentator politik Qin Peng mengatakan bahwa KTT semikonduktor yang dipimpin oleh pemerintah AS, pasti akan melibatkan perencanaan ulang distribusi kapasitas produksi chip global. Yang mana, dapat mengarah pada memberikan keuntungan berupa reposisi bagi industri semikonduktor dan otomotif di beberapa negara di masa depan. Amerika Serikat berencana untuk mensubsidi produsen dan chip desain agar mereka dapat mendirikan pabrik di Amerika Serikat. Jika demikian, maka decoupling manufaktur chip dari Tiongkok sudah tak terhindarkan lagi.

Ia yakin bahwa Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang akan berperan besar dalam kompetisi ini. Saat ini, 80% manufaktur semikonduktor global terkonsentrasi di Asia. TSMC, perusahaan pengecoran chip terbesar di dunia,  telah mengumumkan akan menginvestasikan dana sebesar USD. 100 miliar dalam 3 tahun ke depan untuk memperluas kemampuan manufaktur chip. TSMC merupakan salah satu produsen chip militer AS. Tahun lalu, pemerintah AS meminta TSMC untuk memproduksi chip militer di Amerika Serikat, untuk menghindari risiko campur tangan pemerintah komunis Tiongkok. (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular