Erabaru.net. Penyu adalah satu-satunya hewan yang bisa bernapas dengan pantatnya, semua berkat cangkangnya.

Melalui proses yang dikenal sebagai respirasi kloaka, penyu dapat mengekstraksi oksigen langsung semua air melalui pantatnya.

(Foto: Pixabay)

Meskipun penyu terkenal karena kemampuan bernapas lewat pantatnya, amfibi lain seperti katak dan salamander juga dapat bernafas dengan cara yang sama.

Jacqueline Litzgus, seorang ahli ekologi di Laurentian University di Ontario telah menjelaskan peran kunci utama yang dimainkan cangkang penyu dalam kemampuannya bernafas adalah melalui bagian belakangnya.

Dia mengatakan kepada National Geographic bahwa meskipun penyu biasanya bernapas dengan paru-paru, mereka tidak selalu dapat mengakses udara segar.

“Ada beberapa hewan yang bernapas dengan paru-paru dan mereka tidak bisa [ke permukaan] untuk menghirup udara selama separuh hidup mereka. Bagiku, itu mencengangkan, “kata Litzgus.

Sebaliknya, penyu dalam hibernasi mendapatkan asupan oksigen melalui kloaka, lubang yang sama yang mereka gunakan untuk buang air kecil, buang air besar, dan bertelur.

(Foto: Pixabay)

Pembuluh darah di sekitar kloaka mengambil oksigen langsung dari air. Oleh karena itu, penyu dapat memperoleh oksigen dengan cara memindahkan air ke permukaan tempat pembuluh darah berada.

Beberapa penyu juga berhibernasi di kolam yang membeku selama musim dingin.

Ahli biologi Maria Wojakowski memberi tahu Business Insider bahwa pada saat itulah cangkang kura-kura digunakan dengan baik, membantu mereka bernapas tanpa oksigen sama sekali.

Dia mengatakan bagian dalam cangkangnya memiliki ‘struktur seperti perancah’ yang mampu menyimpan dan melepaskan bahan kimia. Saat kekurangan oksigen, penyu akan beralih dari respirasi aerobik ke anaerobik.

(Foto: Pixabay)

Namun, efek samping dari proses ini adalah penumpukan asam laktat, yang jika disimpan di dalam tubuh, dapat membunuh penyu.

Untungnya, cangkang kura-kura dapat menyerap asam laktat, sekaligus melepaskan zat untuk menetralkannya. (lidya/yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular