Qiao En – NTDTV.com

Regulator Obat Eropa atau European Medicines Agency  (EMA) mengatakan pada Rabu (14/4/2021), bahwa pihaknya mengharapkan untuk memberikan rekomendasi tentang penggunaan vaksin COVID-19 atau virus komunis TIongkok, Johnson & Johnson. Meski demikian, serupa dengan pengobatan vaksin AstraZeneca sebelumnya, European Medicines Agency tetap menyatakan bahwa manfaat vaksin Johnson & Johnson melebihi risiko efek samping.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Italia menyampaikan pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan para pemimpin banyak negara Uni Eropa setelah vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson terkait dengan kasus penggumpalan darah. Oleh karena itu, Italia tidak akan memperpanjang kontrak untuk membeli kedua vaksin ini.

Di hari yang sama, Menteri Kesehatan Denmark secara resmi mengumumkan menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca secara permanen karena risiko efek samping yang serius. Pengumuman ini sekaligus  menjadikan Denmark sebagai negara Eropa pertama yang sepenuhnya melarang vaksin AstraZeneca.

Sedangkan di Asia, khususnya Jepang menambahkan 3.367 kasus yang dikonfirmasi dan 44 kasus kematian pada Rabu 14 April. Gelombang baru epidemi masih belum meredai di negeri sakura itu. Saat Olimpiade semakin dekat, sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa lebih dari 70% warga Jepang ingin membatalkan atau menunda Olimpiade akibat pandemi.

Seorang Penduduk, Tokyo, Jepang mengakui, sejujurnya dirinya tidak ingin menjadi tuan rumah Olimpiade. Jika mereka melakukannya, maka tindakan ketat perlu diperlukan. 

Epidemi yang tidak menentu juga menjadi tantangan bagi persiapan Olimpiade.

Komite Olimpiade Jepang, Hidemasa Nakamura mengatakan, “Kesulitannya adalah situasinya selalu berubah. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, epidemi mengalami perubahan, dan itu masih sama hingga sekarang.”

Menanggapi perubahan epidemi, Komite Olimpiade Tokyo diharapkan memperbarui pedoman pencegahan epidemi selama kompetisi akhir bulan ini. (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular