Liu Haiying dan Ming Yu – NTDTV.com

Jumlah total kasus terinfeksi virus Komunis Tiongkok atau COVID-19 di seluruh dunia melebihi 140 juta kasus dan  kematian melebihi 3 juta jiwa. Brazil memperingatkan ibu hamil untuk menunda kehamilannya. Dikarenakan, virus varian Brazil memengaruhi ibu hamil lebih parah daripada virus sebelumnya. Pada saat yang sama, epidemi Inggris mereda. Pada akhir pekan pertama ketika pembatasan dilonggarkan, orang-orang memadati restoran dan bar untuk menikmati kehidupan normal  seperti sedia kala sebelum pandemi. 

Wilayah Ontario, yang memiliki 38% penduduk di Kanada, menghadapi gelombang ketiga epidemi yang ganas. Ontario telah mengumumkan perpanjangan aturan tinggal di rumah, memberi polisi wewenang untuk mencegat kendaraan penduduk secara acak. Bahkan, berwewenang untuk menginterogasi dan menghentikan orang yang meninggalkan rumah mereka. Kota itu, membatasi berpergian yang tidak urgen di provinsi tetangga, termasuk pusat perbelanjaan, hotel dan gedung perkantoran dan gedung-gedung tidak penting lainnya akan ditutup.

Namun demikian, kantor polisi setempat di setidaknya 19 daerah di seluruh provinsi mengumumkan bahwa, mereka tidak akan menghentikan kendaraan warga untuk penyelidikan dengan sesuka hati.  Adapun proses penegakan hukum masih berfokus pada keluhan warga. 

Departemen Kepolisian Toronto, dengan penduduk hampir 3 juta, mengatakan di Twitter bahwa Departemen Kepolisian Toronto akan terus bekerja sama, mendidik, dan menegakkan hukum. Akan tetapi, tak akan menghentikan kendaraan warga secara acak.

Pada saat yang sama, demonstrasi besar-besaran terjadi di Toronto menentang aturan tinggal di rumah.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Brasil mewajibkan wanita untuk menunda kehamilan sampai epidemi mencapai titik terburuk usai. 

Pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan, virus varian Brasil yang menyerang negara-negara Amerika Selatan memiliki dampak yang lebih besar pada wanita hamil, daripada virus yang pertama kali menginfeksi. 

Epidemi di Inggris berangsur-angsur mereda. Pada akhir pekan pertama ketika pembatasan dilonggarkan, penduduk London memenuhi  restoran dan bar.  Penduduk London akhirnya dapat menikmati kehidupan normal mereka seperti sebelum epidemi.

Pada (17/4/2021) New Delhi, ibu kota India, memulai jam malam pada akhir pekan. Kehidupan orang-orang terhenti.

Kasus yang dikonfirmasi di India  memecahkan rekor. India  mengalami tiga hari berturut-turut, dengan lebih dari 200.000 kasus positif terbaru dalam sehari. Jumlah total kasus saat ini melebihi 14,52 juta kasus. Kasus meninggal dunia meningkat 1.341 orang, dengan total secara kumulatif 175.649 orang.

Pakar kesehatan masyarakat khawatir  virus varian baru “B.1.617” yang awalnya ditemukan di India, memiliki mutasi ganda yang dapat berkontribusi pada epidemi baru yang mematikan ini.

Menteri Kesehatan Australia,  Greg Hunt mengatakan pada 17 April, seorang  seorang wanita yang berusia 48 tahun meninggal dunia mungkin terkait dengan vaksinasi.  Pihak berwenang akan terus meninjau vaksin tersebut.

 Greg Hunt mengatakan, Pemerintah akan meminta Kelompok Penasihat Teknis Vaksinasi Australia untuk memastikan, semua vaksin terus-menerus ditinjau untuk keamanan dan efektivitas.

Australia melaporkan kasus kematian pertama akibat pembekuan darah setelah vaksinasi dengan AstraZeneca. Hingga saat ini, terdapat tiga kasus trombosis yang langka di Australia.

Sementara itu, kini kurang 100 hari menjelang penyelenggaraan Olimpiade di Jepang. Mengingat pesatnya penyebaran  gelombang keempat epidemi, pihak berwenang telah memperpanjang pembatasan “semi-darurat” di 10 area pada 16 April 2021.

Thomas Bach, Presiden Komite Olimpiade Internasional, akan mengunjungi Jepang pada Mei mendatang. Ia  menegaskan kembali dukungannya kepada Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo dengan aman.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada konferensi pers bersama dengan Presiden AS Biden pada Jumat 16 April, bahwa Jepang bertekad untuk mempromosikan penyelenggaraan Olimpiade dengan sukses.

The Wall Street Journal melaporkan pada  Jumat 16 April, Tiongkok berencana untuk menyetujui vaksin virus COVID-`19 yang dikembangkan oleh bioteknologi Jerman pada bulan Juli. Jika disetujui,  vaksin tersebut menjadi vaksin asing pertama yang disetujui oleh Tiongkok. (hui)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular