NTDTV.com

Pemerintah Republik Ceko menuduh 18 diplomat Rusia terlibat dalam pemboman amunisi Vibertis tahun 2014 silam. Otoritas Rusia menanggapi pada Minggu 18 April, mengumumkan pengusiran 20 diplomat Ceko.

Pada  Minggu 18 April, puluhan pengunjuk rasa dari massa Republik Ceko berkumpul di depan kedutaan Rusia di Praha. Mereka mengibarkan bendera Uni Eropa dan NATO, meneriakkan slogan anti-Rusia. Massa juga mengumpulkan tanda tangan meminta Uni Eropa untuk mendukung Republik Ceko.

Pada Sabtu 17 April, Republik Ceko memerintahkan pengusiran 18 diplomat Rusia untuk meninggalkan negara-negara NATO dalam waktu 48 jam. Pasalnya, para diplomat tersebut diduga melakukan pengeboman depot amunisi tahun 2014 yang diikuti badan intelijen Rusia.

Untuk diketahui pada 16 Oktober 2014 silam, beberapa ledakan terjadi di depot amunisi Vrbetice yang terletak 330 kilometer tenggara Praha, ibu kota Ceko. Dua karyawan perusahaan swasta yang menyewa gudang di lokasi tersebut tewas dalam ledakan itu.

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis menyatakan bahwa ada alasan kuat untuk mencurigai bahwa pejabat dinas intelijen Rusia terlibat dalam pemboman depot amunisi di daerah Vibetis itu.

Polisi  Republik Ceko sedang mencari dua agen intelijen Rusia yang diduga menggunakan gas saraf di Inggris. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab kemudian menyatakan di Twitter bahwa Inggris “mendukung penuh” deportasi yang dilakukan oleh pemerintah Republik Ceko.

Pengusiran dan tuduhan pejabat Rusia oleh Republik Ceko memicu konflik terbesar antara Republik Ceko dan Rusia sejak berakhirnya kekuasaan Partai Komunis pada tahun 1989.  (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular