NTDTV.com

Film dokumenter Hong Kong “Do Not Split” yang mendokumentasikan gerakan Gerakan Demokrasi Hong Kong masuk dalam daftar untuk film pendek dokumenter terbaik Oscar tahun ini. Akan tetapi,  menimbulkan ketidakpuasan dari Komunis Tiongkok dan memerintahkan melarang media domestik menyiarkan acara penghargaan.

Program “TVB”  Hong Kong juga mengumumkan bahwa acara Oscar  tidak akan disiarkan secara langsung. Sutradara film tersebut, Andres Hammer, mengatakan hal ini menunjukkan bahwa demokrasi dan kebebasan Hong Kong sedang sekarat. 

Film dokumenter  berbahasa Inggris, Kanton dan Mandarin itu berdurasi sekitar 35 menit dan merekam peristiwa penting dalam  gerakan demokrasi Hong Kong termasuk pembelaan PolyU, parade ke-11, dan pengesahan Undang-Undang Keamanan Nasional oleh pemerintah Hong Kong.

Profil resminya menyebutkan bahwa film tersebut mendokumentasikan tekad dan pengorbanan para demonstran, yang mendapatkan reaksi keras pemerintah.

Film ini masuk nominasi Oscar ke-93 untuk kategori  Film Pendek Dokumenter Terbaik.

Namun, menurut laporan, Komunis Tiongkok memerintahkan media domestik untuk tidak menyiarkan perhelatan Oscar pada 25 April 2021.

Sutradara Norwegia Anders Hammer. (Jim Bennett / Getty Images)

TVB Hong Kong juga mengumumkan bahwa mereka tidak akan menyiarkan dengan alasan komersial, pertama kali dalam 52 tahun. Sutradara “”, Hammer beranggapan bahwa ini sebenarnya membantu mereka mempromosikan film.

“Dokumenter kami menjadi bagian dari cerita film, menunjukkan bagaimana ruang untuk berekspresi, kebebasan pers, dan hak-hak dasar demokrasi yang menghilang di Hong Kong,” kata Hammer.

Dalam wawancara dengan The Guardian beberapa hari lalu, Hammer mengatakan  gerakan di Hong Kong adalah perlawanan terbesar rakyat  kepada otoritas Beijing. Komunis Tiongkok takut situasi ini akan menyebar dan bahkan muncul di Tiongkok daratan.

Shao Lan, seorang demonstran di pengasingan di Amerika Serikat yang muncul dalam film dokumenter tersebut, mengatakan bahwa tidak mengherankan jika pihak berwenang telah melarang siaran tersebut.

Shao Lan, mantan anggota Delegasi Urusan Internasional Akademi dan Tersier Hong Kong mengatakan, “Maksud saya, jelas sekali bahwa “Do Not Split” masuk nominasi Oscar. Ini berita yang sangat menggembirakan bagi orang-orang Hong Kong yang masih bekerja keras untuk mempertahankan gerakan . “

Selain itu, ketika media Tiongkok memberitakan, kebanyakan dari mereka tidak menyebutkan hubungan antara film pendek dan demonstrasi di Hong Kong. Dengan sengaja memutarbalikkan arti aslinya dan menerjemahkan judul film tersebut menjadi “Don’t Divide”, yang menyiratkan “Jangan memecah belahkan Negara” yang dipromosikan oleh pemerintahan Komunis Tiongkok.  (hui/rp/asr)

 Video Rekomendasi :

Share

Video Popular