Erabaru.net.  Betty Pai, 72 tahun selalu tempil dengan keanggunan dan kecantikannya. Bagi perempuan itu usianya hanyalah sekedar angka. Betty Pai, hidupnya selalu indah setiap hari. Kepuasan dan kegembiraan adalah satu-satunya hal yang mempengaruhi paruh kedua hidupnya.

Betty Pai dijuluki “pembawa acara paling cantik di Taiwan” pada 1960-an, tetapi kemudian mundur dari pusat perhatian ketika dia menikah dengan taipan kayu Indonesia Huang Shuang’an , yang meninggal pada 2018 pada usia 86 tahun.

Baru setelah kematian suaminya, dia kembali ke Taiwan pada Januari tahun lalu.

Betty Pai, yang tidak memiliki kekhawatiran tentang makanan dan pakaian, pada dasarnya dia tidak perlu khawatir tentang uang.

Dalam wawancara baru-baru ini, dia dengan rendah hati mengungkapkan keyakinannya bahwa “cukup uang itu baik”, dan mengatakan: “Jika Anda memiliki cukup uang di usia tua, Anda harus menyumbangkan semuanya untuk amal! “

Betty Pai punya cukup uang, tetapi dia memiliki wawasan unik tentang cara membelanjakannya.

Meskipun dia banyak uang dia tidak ingin membeli mobil atau properti. Nyatanya, dia tidak perlu memikirkan bagaimana membelanjakan uang demi keluarganya.

Dia dengan bangga mengungkapkan bahwa semua saudaranya sangat baik dalam segi ekonomi, dan mereka tidak membutuhkan bantuannya.

Karena tidak memiliki ahli waris, jika dirinya meninggal, seluruh hartanya akan dia sumbangkan untuk amal.

Adapun alasannya, dia terus terang mengakui bahwa itu dipengaruhi oleh suaminya Huang Shuang’an.

Huang Shuang’an selalu menjawab ketika ditanya apakah dia telah membuat surat wasiat, “Tidak”. Dan karena dia tidak ingin menjadi pasangan yang bergantung, dia bersikeras pada kemandirian finansial dan memiliki kemampuan untuk menjadi mandiri.

Ditambah dengan pencerahan dari perbuatan baik suaminya selama bertahun-tahun, Betty Pai juga percaya bahwa selama uang yang ada “cukup”, sisanya akan digunakan untuk amal, dengan harapan menggunakan uang lebih efektif.

Betty Pai juga berbagi bahwa keinginan terbesarnya saat ini adalah hidup damai, sehat dan bahagia di hari-hari biasa, yang merupakan kebahagiaan terbesar baginya.

Mengenai masa depan, Betty Pai berkata terus terang bahwa dia juga tidak ingin untuk berpikir terlalu banyak, yang dia pikirkan hanyalah mencari teman untuk bernostalgia tentang masa lalu, berkeliling dunia dan membuat dunia menjadi rumah!

Betty Pai benar-benar berpikiran terbuka tentang hidup, dan dia punya ide yang bagus. Punya uang atau tidak punya uang bukanlah intinya. Keselamatan, kesehatan dan kebahagiaan adalah kebahagiaan terbesar.

Suasana gembira Betty Pai datang dari berbagai tingkatan. Teman, lukisan, kepercayaan, kesejahteraan umum, dan membaca semuanya membuatnya kaya secara spiritual.

Sejak menikah dengan pengusaha kayu Indonesia Huang Shuang’an pada tahun 1977, Bai Jiali telah tinggal di Indonesia selama lebih dari 40 tahun.

Karena kekurangan kesibukan, dia mengambil kuas atas saran ibunya dan melukis selama 40 tahun.

“Bunga” dan “ikan” adalah elemen paling umum dalam lukisan Bai Jiali. Karena betah di Indonesia, Bai Jiali selalu melukis bunga dan ikan di halaman rumah.

Dia suka memilih beberapa lagu sebagai musik latar, untuk bisa fokus pada lukisannya.

Dia sangat menyukai anggrek, karena nama bunganya sama dengan namanya “Carrie”, yang membuatnya terkesan.

Dia tidak menyangka selama satu tahun dia tinggal di Taiwan, tiga pameran akan diadakan di Taichung, Taipei, dan Hsinchu.

Huang Shuang’an memiliki kepribadian yang rendah hati, sehingga Betty Pai tidak pernah ingin mengadakan pameran, dengan bercanda dia mengatakan, : “Huang Shuang’an adalah kolektor lukisan saya.”

Sekarang melalui kesempatan pameran, dia telah bertemu lebih banyak teman baru.

“Saya tidak punya pendidikan melukis, saya hanya berkreasi dengan hobi. Sekarang bisa berinteraksi dengan orang bijak membuat saya lebih berpengetahuan,” ujarnya.(yn)

Sumber: kknsays

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular