oleh Zhang Ting

Amerika Serikat  akan mengirim bantuan ke India berupa bahan baku vaksin, peralatan medis, dan alat pelindung untuk vaksin COVID-19 ke India. Bersamaan dengan itu, Uni Eropa, Inggris, Prancis dan Jerman juga telah menyampaikan bantuan darurat untuk India.

Presiden Amerika Serikat , Joe Biden menyampaikan pesan di Twitter setelah mengumumkan serangkaian tindakan di Gedung Putih pada Minggu (25/4) yang berbunyi: “Sama seperti India memberikan bantuan kepada Amerika Serikat ketika rumah sakit kami tegang pada awal pandemi, kami bertekad untuk memberikan bantuan kepada India ketika mereka membutuhkan.” 

Emily Horne, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat mengatakan bahwa para pejabat Amerika Serikat sedang bekerja keras untuk mengerahkan sumber daya dan pasokan yang tersedia untuk membantu India membuat vaksin. Amerika Serikat juga akan mengirimkan obat terapeutik, alat uji diagnostik cepat, dan ventilator ke India.

Emily Horne mengatakan bahwa Amerika Serikat juga berusaha menyediakan generator oksigen dan pasokan terkait ke India.

Epidemi di India baru-baru ini menjadi perhatian dunia. Pada 24 April, India mengumumkan bahwa lebih dari 349.300 kasus baru yang dikonfirmasi, mengukir rekor tertinggi dunia secara 3 hari berturut-turut. Jumlah kasus yang dikonfirmasi pada  22 – 24 April telah mencapai lebih dari 1.0269 juta.

Daerah yang paling parah terkena dampak di India adalah ibu kota New Delhi. Rumah sakit setempat sudah kewalahan dan kekurangan oksigen medis serta obat-obatan. Keluarga pasien telah mencari bantuan lewat media sosial. Reuters melaporkan bahwa setiap 4 menit ada 1 orang yang meninggal karena COVID-19 di daerah ibu kota.

Uni Eropa, Inggris, Prancis, dan Jerman juga menyatakan niatnya untuk memberikan bantuan kepada India pada akhir pekan ini.

Agence France-Presse melaporkan bahwa Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa sedang mengembangkan rencana bantuan cepat buat India.

Mekanisme Uni Eropa memungkinkan negara-negara yang bergabung di Uni Eropa untuk mengkoordinasikan bantuan dalam situasi darurat.

Janetz Benarcic, Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan menyatakan bahwa oksigen dan sumbangan medis lainnya telah dikoordinasikan dengan negara-negara anggota.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempersiapkan bantuan darurat untuk India.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga berjanji untuk berjuang berdampingan dengan India. Setelah berdiskusi dengan para menteri India, Inggris mengirimkan pasokan bantuan darurat gelombang pertama pada Minggu 25 April. Persediaan akan tiba di New Delhi pada  Selasa 27 April pagi. Setelah itu Inggris juga masih akan mengirim lebih banyak persediaan untuk membantu India mengatasi kesulitan.

Media Inggris ‘Sky News’ melaporkan bahwa 9 kontainer berisi bahan-bahan medis yang dapat diangkat lewat udara, termasuk 495 konsentrator oksigen, 120 ventilator non-invasif, dan 20 ventilator manual akan dikirim dari Inggris ke India dalam pekan ini.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, “Pemandangan yang memilukan di India kembali memperingatkan kepada kita betapa ngerinya pandemi ini”. (sin)

Share

Video Popular