Erabaru.net. Penduduk Haifa, sebuah kota di Israel Utara, telah terbiasa berbagi jalan dengan babi hutan, bahkan melihat mereka mengorek-ngorek sampah mereka. Hewan tersebut telah menjadi bagian dari budaya penduduk Haifa.

Tidak ada yang benar-benar tahu kapan dan mengapa para babi hutan tersebut memutuskan untuk pindah dari jurang di sekitar Haifa ke koat tapi bisa dipastikan bahwa babi hutan ini sudah lama menetap di sana sehingga tidak takut dengan manusia.

Beberapa Babi hutan sering terlihat berkeliaran di jalan saat mobil melintas, mengorek-ngorek sampah, dan bahkan tidur di bawah sinar Matahari saat manusia berjalan melewati mereka.

Mereka terlihat sudah beradaptasi dengan gaya hidup perkotaan, dan sebagian besar orang di sini juga tidak punya pilihan selain membiasakan diri juga.

Sementara banyak orang yang menganggap babi hutan sebagai bagian dari pesona lokal Kota Haifa, ada yang mengklaim bahwa perlu dilakukan sesuatu tehadap babi hutan tersebut.

Saat sekelompok babi hutan pertama memasuki kota Haifa, para penduduk menganggap hal tersebut adalah hal mengasyikan yang sekarang sudah merupakan bagian dari kehidupan mereka.

Melihat babi hutan berkeliaran di jalanan kota, atau bahkan di desa adalah hal yang mengkhawatirkan bagi hampir seluruh masyarakat di berbagai negara. Tetapi di Kota Haifa, mereka seperti hanya melihat ‘’tupai’’.

Pada 2019, penduduk melaporkan 1.328 penampakan babi hutan ke pihak berwenang, dan jumlah itu diperkirakan akan lebih besar lagi pada tahun 2020 karena adanya lockdown karena COVID-19, tetapi pejabat Israel belum mempublikasikan data tersebut.

Kehadiran babi hutan yang terus meningkat telah menciptakan dilema bagi penduduk setempat di antara senang memiliki mereka atau menginginkan mereka pergi. Terlepas dari itu, penduduk setempat dan pihak berwenang telah mencoba untuk membuat mereka pergi.

Tong sampah telah dirantai, taman dan jurang juga telah dipagari, tetapi tampaknya tidak ada yang dapat menjauhkan makhluk-makhluk itu dari habitatnya yang sekarang.

Sementara beberapa penduduk sangat menyukai mereka, bagi yang lain hewan liar ini tidak lebih dari hama berbahaya yang menimbulkan ancaman fisik dan risiko penyebaran penyakit.

Ada laporan tentang orang-orang yang dikejar oleh babi hutan seberat 300, barang yang dicuri oleh hewan tersebut, dan bahkan terdapat laporan tentang anak-anak yang digigit.

“Mereka sekarang mengendalikan jalanan, ini situasi yang sangat gila,” kata seseorang kepada New York Times.

Dikatakan bahwa babi hutan pertama kali mulai bertualang ke Haifa sekitar tahun 2016, setelah kebakaran besar menghancurkan habitat alami mereka.

Yang lain mengatakan bahwa kedatangan babi hutan adalah kesalahan pihak berwenang untuk menghentikan penembakan babi hutan di daerah sekitar kota.

Para ahli mengklaim bahwa teori tersebut bisa jadi benar. Jawaban sederhananya adalah babi hutan tertarik dengan banyaknya makanan, dan mereka menetap karena selalu ada sesuatu untuk dimakan di kota.

Dengan virus corona yang membuat orang tidak keluar rumah selama berbulan-bulan, babi hutan Haifa menjadi semakin liar. Sementara kekhawatiran para penduduk yang sudah mulai muncul, akan menarik untuk melihat bagaimana otoritas lokal menangani situasi ini ke depannya. (lidya/yn)

Sumber: odditycentral

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular