Reuters

Rumah sakit di India terpaksa menolak menerima pasien yang terinfeksi COVID-19 dikarenakan sudah tak bisa lagi menampung pasien. Selanjutnya rumah sakit dan tempat kremasi darurat pun dibangun . 

Orang-orang di seluruh India bergegas untuk mendapatkan pasokan oksigen untuk menyelamatkan jiwa pada  Jumat 23 April dan pasien terbaring sekarat di luar rumah sakit, ketika negara itu mencatat lebih dari 300.000 kasus COVID-19 baru dalam  sehari selama dua hari berturut-turut.

Dahsyatnya Gelombang kedua epidemi di India, membuat rumah sakit kehabisan oksigen, tempat tidur, dan obat anti-virus. Banyak pasien telah ditolak karena tidak ada tempat untuk mereka, kata seorang dokter di Delhi kepada Reuters. 

Sirene ambulans berbunyi sepanjang hari di jalan-jalan sepi ibu kota, salah satu kota yang paling parah terkena dampak di India, tempat lockdown diberlakukan.

Kremasi massal telah dilakukan karena ruang krematorium tak mencukupi.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan pemerintah melakukan “upaya terus menerus” untuk meningkatkan pasokan oksigen, termasuk langkah-langkah untuk mengalihkan oksigen industri.

Di Washington, pejabat kesehatan AS dan juru bicara Gedung Putih pada  Jumat 23 April mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan bagaimana membantu India dan telah melakukan kontak dengan pejabat di sana, tetapi tidak memberikan rincian tentang kemungkinan tindakan AS.

Di Mumbai, kebakaran terjadi di rumah sakit pinggiran kota yang merawat pasien COVID-19 pada hari yang sama. Insiden itu menewaskan 13 orang. Pada  Rabu, 22 pasien meninggal dunia di rumah sakit umum di negara bagian Maharashtra,  ketika pasokan oksigen habis karena kebocoran tangki.  (asr)

Share

Video Popular