NTDTV.com

Sebuah media Korea Selatan yang didirikan oleh pembelot dari Korea Utara mengungkapkan bahwa, seorang pejabat senior Korea Utara telah dieksekusi mati oleh Kim Jong-un gara-gara membeli peralatan medis dari Tiongkok tanpa persetujuannya. Kim Jong-un menjadi sangat marah

Media Taiwan ‘Liberty Times’ yang mengutip laporan dari website Korea Selatan ‘Daily NK’ memberitakan bahwa, sebagaimana dituturkan oleh seorang pejabat senior Korea Utara yang tidak bersedia disebutkan namanya, di masa mudanya Kim Jong-un yang pernah mengikuti pendidikan di Jerman, menjadi terkesan dengan fasilitas medis buatan negara tersebut. 

Jadi, ketika wabah virus komunis Tiongkok (COVID-19) merebak tahun lalu, ia memerintahkan pembangunan Rumah Sakit Umum di Kota Pyongyang, dan Kim pun menginstruksikan pejabat rumah sakit tersebut untuk melengkapi rumah sakit dengan peralatan medis kelas satu dari Eropa, termasuk yang diproduksi oleh Jerman.

Namun karena sanksi internasional dan dampak epidemi pada ekspor, sulit bagi Korea Utara untuk membeli peralatan medis dari Eropa. Pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengadaan menandatangani kontrak pembelian peralatan medis buatan Tiongkok tanpa seizin Kim Jong-un. Karena itu Kim Jong-un sangat marah dan langsung memerintahkan eksekusi mati pejabat Kementerian Luar Negeri yang bertanggung jawab atas urusan impor dan ekspor, dan pemecatan seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang terlibat dalam masalah tersebut.

Laporan ‘Liberty Times’ juga mengungkapkan bahwa ‘Daily NK’ adalah media yang didanai oleh National Endowment for Democracy (NED), sebuah agen yang terkait erat dengan CIA. Oleh karena itu, media asing percaya bahwa sumber informasi diatas memiliki kredibilitas yang tinggi. (sin)

Share

Video Popular