Erabaru.net. Dua bersaudara dari Australia pemburu batu permata, mereka secara tidak sengaja menemukan ribuan opal berharga dengan warna-warna cemerlang, bernilai hingga 1,2 juta dollar AUS (sekitar Rp 13,3 miliar).

Isaac Andreou dan saudar perempuannya, Sophia baru-baru ini menemukan banya batu permata langka di sebuah kota kecil bernama Yorah, sebelah barat Brisbane, Australia, dengan berat total 150 kilogram.

Keluarga Andreou tak asing lagi dengan batu permata berharga ini. Kedua bersaudara ini adalah pemburu opal profesional. Mereka telah belajar pada pakar top di bidangnya untuk mempelajari perdagangan terkait opal, termasuk menambang, memotong, memoles, mengidentifikasi, dan menjual.

Orangtua mereka telah berkecimpung dalam bisnis menambang dan menjual opal sejak 1960-an, tetapi mereka tidak pernah membuat penemuan sebesar ini.

Isaac awalnya berasal dari Sydney, dan sekarang dia menghabiskan sebagian besar waktunya di daerah tandus, panas dan sulit di Queensland selatan, hanya untuk menemukan opal langka dan berharga. Saudara perempuannya Sophia menjalankan toko opal di Whitsunday, terutama bertanggung jawab untuk bisnis ritel .

Diketahui bahwa lebih dari 90% opal dunia ditemukan di pedalaman Australia. Mereka juga dikenal sebagai “batu nasional” Australia. Nama gemologinya adalah Opal. Ini adalah hidrat silikon dioksida dan memiliki struktur amorf. Itu adalah salah satu permata terindah, berharga dan langka di dunia.

Menurut tampilan coraknya, opal biasanya memiliki warna biru, hijau, kuning, merah, hijau tua, warna keramik, putih, dll. Dengan banyaknya ragam warna, permata ini dicari oleh orang Barat sebagai salah satu dari enam permata utama dunia.

Isaac mengatakan kepada The Epoch Times, : “Ketika kami masih sangat muda, orangtua kami mencoba berbagai jenis opal. Sejak kecil, saya selalu merasa ada cerita yang hampir seperti cerita tentang materi khusus ini. Kisah kami telah dikenang di hati kita.”

Dave Darby, pemilik tambang yang selama ini mencari opal, juga ikut serta dalam penggalian tersebut. Dalam proses penambangan dengan ekskavator, sebagai seorang ahli terlatih yang menilai nilai opal, Sophia segera menyadari bahwa mereka secara tidak sengaja telah memanen harta karun opal, yang berisi ribuan opal, yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Mereka juga menemukan jenis opal khusus di daerah ini yang disebut kacang Opal. Ini adalah matriks opal raksasa berwarna, yang sangat dihargai karena warnanya yang unik dihasilkan pada retakan yang memotong bijih besi.

Dilaporkan bahwa menurut hukum setempat di Australia, bagi warga Australia, permata yang ditemukan di luar ruangan adalah milik individu.

Di antara semua penemuan mereka, bagian yang paling berharga adalah “Yowah Nut” dengan inti kristal sempurna, yang disebut “Yowah Moon”, yang paling langka dari semua opal dan nilainya Lebih dari 50.000 dollar Australia (sekitar Rp 557 juta).

Kecuali “Yowah Moon” ini dan beberapa permata terbaik lainnya yang dianggap berkualitas museum yang sementara disimpan untuk pameran publik, banyak permata lainnya dijual melalui situs web Opal Hunter, dan pecinta permata dari seluruh dunia dapat menjelajahi dan mengaguminya.

Kakak beradik itu sekarang berharap untuk membeli tambang opal mereka sendiri dengan harga 50.000 dolar Australia (sekitar Rp 557 juta), dan mereka mungkin akan menemukan lebih banyak penemuan baru berikutnya.

Selain itu, penemuan mereka akan disiarkan dalam serial TV Discovery “Outback Opal Hunters” (Pemburu Opal Australia), yang utamanya bercerita tentang penambang yang mencari opal. Dan tujuan Isaac bahkan lebih ambisius, dia ingin membuat cerita mereka menjadi sebuah film yang lengkap. (yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular