Erabaru.net. Insiden berdarah terjadi di sebuah acara keagamaan di Israel utara pada  Jumat (30/4/2021). 45 orang  tewas dan lebih dari 100 luka-luka. 

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa peristiwa dalam acara keagamaan itu merupakan kejadian serius. Dilaporkan bahwa sekitar 100.000 orang berpartisipasi dalam acara tersebut, adalah acara pertemuan terbesar sejak wabah .

Melansir dari Reuters, acara  ‘Lag Ba’omer’ yang digelar pada  larut malam waktu setempat itu, puluhan ribu umat Yahudi Israel mengalami insiden terinjak serius saat berpartisipasi dalam festival api unggun Gunung Meron di Israel utara.

Sedikitnya 44 orang tewas dan 150 luka-luka, 38 di antaranya dalam kondisi kritis.

Dilaporkan bahwa Yudaisme Ortodoks melakukan ziarah ke daerah setempat setiap tahun, menari dan berdoa sepanjang malam.

Media lokal memperkirakan sekitar 100.000 orang tiba di lokasi itu pada Kamis 29 April, dan diperkirakan akan ada lebih banyak orang pada hari acara pada Jumat 30 April.

Salah seorang pengunjung sekaligus saksi bernama Wice Isreal mengatakan, “Saya ada di sana. Api unggun sangat ramai. Ada sekitar 60.000 hingga 70.000 orang. Tidak ada tempat untuk bergerak. Orang-orang mulai jatuh ke tanah, banyak dari mereka jatuh ke tanah.”

Setelah kecelakaan itu, polisi mendobrak gerbang besi tribun dan menyelamatkan banyak orang.

Tim medis membawa korban luka satu demi satu dan memindahkan mereka ke rumah sakit terdekat.

Jenazah para korban untuk sementara diletakkan di atas tanah dan ditutup dengan kain reflektif. Saksi lain bernama Hayim Cohen mengatakan, “Saya ada di sana saat kecelakaan itu terjadi. Beberapa paramedis mulai berlari, kemudian terjadi keributan, polisi, teriakan, dan kekacauan. Setengah jam kemudian, terlihat seperti tempat kejadian seorang pelaku bom bunuh diri dan tak terhitung banyaknya orang yang ditandu keluar. “

Polisi mengevakuasi sejumlah besar orang dan mengisolasi tempat kejadian. Militer juga datang untuk mendukung.

Sejumlah besar ambulans dan helikopter tiba untuk menyelamatkan. Saat ini, penyebab spesifik kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan.

Namun, polisi setempat mengatakan puluhan orang terpeleset dan jatuh dari tribun, berjatuhan dan menimpa kerumunan di bawahnya, yang menyebabkan terinjak.

Organisasi penyelamat mengatakan bahwa tempat kejadian itu penuh sesak dan menyebabkan terinjak.

Staf medis bernama Liad Ohana mengatakan, “Kami menerima informasi bahwa banyak orang yang terluka. Kami sampai di lantai dasar dan yang terluka mulai dipulangkan. Kami mulai dari lantai pertama.”

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengunjungi lokasi kecelakaan hari itu dan mengatakan bahwa ini adalah “salah satu bencana terburuk di Israel.”

Netanyahu berjanji melalui pesan tweetnya bahwa dia akan menyelidiki bencana tersebut secara menyeluruh. Netanyahu mengumumkan Sabtu 1 Mei sebagai hari berkabung nasional. (hui)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular