Venus Upadhayaya

Tempat-tempat krematorium terbesar di Delhi, Nigam Bodh Ghat, telah menunjukkan sebuah lonjakan aktivitas yang cepat dalam seminggu terakhir.  Pada  24 April, jenazah menunggu di ambulans di luar krematorium itu, sementara jenazah yang lain dibawa oleh para anggota keluarga, menunggu untuk dibaringkan di atas tumpukan kayu, di mana banyak jenazah sedang dikremasi seiring ritual-ritual dilakukan. Sunyi senyap menyelimuti seluruh pemandangan tersebut.

Di gerbang utama, ke kiri, ada sebuah pemberitahuan dari perusahaan kota Delhi Utara yang mendaftarkan tujuh rumah sakit yang memiliki korban-korban COVID-19 diizinkan untuk dibawa untuk kremasi di ghat tersebut. (Di India, sebuah ghat adalah rangkaian tangga yang mengarah ke sebuah sungai.) 

Pemberitahuan itu selanjutnya berbunyi, “Kremasi di dalam  Nigam Bodh Ghat diizinkan antara pukul 09.00 hingga pukul 20.00 setiap hari.” Di sebelah kanan adalah sebuah catatan peringatan untuk menjaga jarak .

Terletak di sepanjang sungai Yamuna, Nigam Bodh Ghat memiliki setidaknya empat lapisan kremasi yang terjadi pada 24 April.

Ada jenazah-jenazah yang dibakar tepat di tepi sungai tersebut, deretan lainnya adalah jenazah-jenazah yang dibakar di ruang-ruang yang dibangun di atas, beberapa jenazah-jenazah dibakar di beberapa anak tangga ke arah kanan di bawah sebuah gudang, dan banyak jenazah-jenazah yang dibakar di tanah sepanjang jalur yang, melalui beberapa gerbang, mengarah ke jalan utama di luar.

Jenazah tergeletak di atas tandu di pintu masuk Nigam Bodh Ghat, sementara pemberitahuan di dinding menunjukkan imbauan dalam bahasa Hindi untuk menjaga jarak sosial, di New Delhi pada 24 April 2021. (Venus Upadhayaya / Epoch Times)

“Pada Senin, ada 40 jenazah yang dibawa ke sini. Pada hari Selasa, ada 65 jenazah yang dibawa ke sini, dan hari ini, sudah ada 120 jenazah yang dibawa ke sini [per pk 15:30],” kata Varun Chauhan, seorang pemilik toko di luar gerbang yang menjual bahan yang dibutuhkan untuk kremasi.

Pada  24 April, New Delhi mencatat 357 kematian akibat COVID-19, tertinggi sejak pandemi yang dimulai lebih dari setahun yang lalu. Rata-rata empat kematian setiap hari di Maret.

Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan sebuah pertemuan virtual pada  23 April, dengan menteri-menteri kepala dari berbagai negara bagian yang paling terkena dampak COVID-19, untuk memastikan koordinasi dalam menghadapi krisis tersebut. 

Share

Video Popular