oleh Zhang Ting

Sebuah rumah sakit di Negara Bagian Gujarat, India yang  dipenuhi oleh pasien COVID-19 mengalami kebakaran. Pejabat mengatakan sedikitnya 18 orang tewas, termasuk 2 orang staf medis.

Menurut Reuters, kebakaran terjadi Jumat (30/4/2021) malam di Patel Welfare Hospital di Kota Bharuch, yang berjarak sekitar 185 kilometer sebelah selatan Ahmedabad, kota komersial utama Gujarat, mengalami kebakaran.

Api membakar ruang Unit Gawat Darurat. Rumah sakit ini adalah salah satu tempat yang ditunjuk untuk perawatan pasien yang terinfeksi virus Komunis Tiongkok atau COVID-19.

Menurut kepala polisi Bharuch R.V. Chudasama, ada 16 orang pasien dan 2 orang staf medis tewas dalam kebakaran itu.

Dugaan sementara api diakibatkan oleh arus pendek dalam ruang. Siaran berita lokal menunjukkan gambar bangsal rumah sakit yang hangus terbakar.

Seorang keluarga dari pasien Covid 19, bernama Parth Gandhi mengatakan : “Karena apinya terlalu besar, suasana kacau  … Staf rumah sakit bergegas mengevakuasi keluarga saya dari bangsal, dan kami membawa mereka ke rumah sakit lain dengan mobil”. 

Kedua anggota keluarga Gandhi adalah pasien COVID -19 yang sedang dirawat, dan beruntung bisa selamat dari bencana itu.

Perdana Menteri Narendra Modi dalam pesan tweet menyebutkan bahwa dirinya ikut prihatin atas hilangnya nyawa pasien dan staf medis yang disebabkan oleh kebakaran di rumah sakit di Bharuch itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, India telah dilanda wabah virus komunis Tiongkok yang mirip “tsunami” yang menyebabkan sistem medis runtuh sehingga membutuhkan bantuan komunitas internasional.

Menurut laporan dari pihak berwenang India pada hari Sabtu 1 Mei, tercatat ada 401.993 kasus baru infeksi yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Ini adalah pertama kalinya negara itu melampaui 400.000 kasus baru dalam satu hari, sehingga secara kumulatif jumlah orang infeksi telah melebihi 19 juta. 

Menurut CNN yang mengutip data dari Kementerian Kesehatan India, ini adalah hari ke 10 berturut-turut jumlah positif COVID-19 di India dalam sehari melampaui 300.000. Ini juga merupakan negara pertama di dunia yang jumlah orang terinfeksi dalam sehari melebihi 400.000 kasus.

Dalam 24 jam terakhir, jumlah kematian baru adalah 3.523 orang, dengan demikian jumlah kematian kumulatif naik menjadi 211.853 orang. Ini adalah hari keempat berturut-turut jumlah kematian harian karena COVID-19 di negara itu mencapai lebih dari 3.000 orang.

Karena banyaknya kematian, krematorium kewalahan dalam menyelesaikan tugasnya. Rumah sakit di Ibukota Delhi adalah yang paling kasihan, karena obat-obatan dan oksigen medis tidak mencukupi untuk menangani pasien yang membludak. Akibatnya, anggota keluarga pasien terpaksa mencari bantuan melalui media sosial.

Menghadapi epidemi di India yang mencekam, para pemimpin dari 27 negara anggota Uni Eropa akan mengadakan pertemuan melalui video dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada 8 Mei mendatang. 

Awalnya dijadwalkan untuk membahas isu penguatan kerjasama politik dan ekonomi regional. Namun, dengan melihat situasi yang dihadapi India saat ini, topik akan diubah menjadi pembahasan soal bantuan dalam memerangi epidemi. Dan nantinya akan ada pernyataan bersama. (sin) 

Share

Video Popular