Erabaru.net. Bagi orang yang telah mengalami kemoterapi yang panjang, memilih untuk tidak pernah menyerah hari demi hari adalah tindakan yang sangat penting – terutama untuk anak kecil.

Nathan Herber yang berusia enam tahun telah berjuang melawan limfoma non-Hodgkin sel T stadium 4 sejak 2018.

Selama 900 hari, kehidupan mudanya berubah secara radikal saat ia menjalani perawatan kemo nonstop. Tapi itu semua berubah pada bulan Maret ketika dia – dan ratusan orang lainnya di kampung halamannya di Rochester, Minnesota – akhirnya dapat memberinya kejutan kepadanya yang mana adalah hari terakhir ia melakukan kemo !

Nathan pertama kali didiagnosis pada saat beberapa minggu setelah pesta ulang tahun keempatnya yang menggembirakan di Walt Disney World.

“Kami pikir semuanya sangat mengagumkan… Anda tahu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ayahnya, Andy Herber, mengatakan kepada Fox News.

Kemudian tiba-tiba, sebuah massa besar ditemukan di dada Nathan, dan kehidupan Herber berubah drastis. Dalam kurun waktu dua minggu yang singkat, Nathan yang tadinya duduk di sebelah Mickey Mouse sekarang selalu duduk di rumah sakit dengan infus.

“Ahli onkologi mengatakan bahwa sistem kekebalannya tidak akan mampu melawan infeksi apa pun, jadi kami memberhentikannya dari sekolah,” jelas Andy. “Dia tidak memiliki kemampuan untuk melawan apa pun.”

Ayah yang peyayang ini membuat keputusan sulit yaitu mengambil cuti setahun untuk membantu Nathan menjalani perawatan dan transisi ke homeschooling sementara saudara-saudaranya, saudara kembarnya Justin dan kakak laki-laki Grant, tetap bersekolah.

Mereka membiarkan pintu tetap terbuka agar Nathan dapat bersekolah pada hari-hari ketika dia merasa lebih baik, tetapi di hari-hari lainnya, Justin akan mengisi kursi nathan dengan boneka monyet untuk tetap menjaga kursi nathan saat dia tidak datang.

Beberapa minggu dihabiskan di dalam mobil untuk berpindah-pindah dari pusat infus ke tempat janji kemo, sementara yang lain meminta Nathan untuk tinggal di rumah sakit untuk waktu yang lama.

Bahkan ada satu titik di mana Nathan tetap menggunakan alat bantu hidup selama satu bulan.

“Sungguh memilukan betapa sakitnya dia,” Andy menjelaskan. “Itu adalah hari-hari di mana kami tidak berpikir dia akan berhasil.”

Melalui itu semua, Andy kewalahan setiap kali mendengar pertanyaaan dari sekolah Nathan, sebuah sekolah Katolik swasta bernama St. Francis of Assisi.

“Setiap kali saya mengantar anak-anak ke sekolah… setiap guru, wali dan staf kantor kepala sekolah serta anak-anak semua akan bertanya, ‘Bagaimana kabar Nathan hari ini?’” Kata Andy.

Akhirnya, pada 25 Maret 2021, saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba: Nathan menerima pengobatan terakhirnya!

Untuk merayakan pencapaian yang tak terlupakan ini, keluarga Nathan mengabdikan sepanjang hari untuk pejuang berusia 6 tahun mereka ini !

Mereka mengisi minivan mereka, dan sebagai perhentian pertama mereka hari itu, mereka akan menuju ke sekolah Nathan untuk bertemu beberapa teman sekelasnya.

Sebaliknya, mereka disambut oleh semua orang! Saat mereka sampai, mereka disambut oleh 300 siswa dan anggota staf, yang semuanya memegang tanda berbentuk hati dan meneriakkan nama Nathan.

Keluarga Herber tercengang, terutama Nathan!

“Dia seharusnya hanya pergi menyapa kelas pra-K-nya, Anda tahu, teman sekelas yang dia temui,” kata Andy. “Kemudian berubah menjadi seluruh sekolah… 300 orang meneriakkan ‘Nathan.’”

Saat mereka perlahan melewati kerumunan, Nathan akhirnya menyadari apa yang sudah diketahui komunitasnya: Dia benar-benar seorang pahlawan!

“Itu adalah momen yang sangat kuat,” kata Andy. Dan mereka tidak akan pernah melupakan peristiwa tersebut ! (lidya/yn)

Sumber: inspiremore

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular