Xu Zhe dan Chen Haiyue – NTD

Wabah virus Komunis Tiongkok atau Covid 19 di India telah meningkat lebih dari 300.000 orang sehari selama 10 hari berturut-turut, dan lebih dari 392.000 orang yang terinfeksi dilaporkan pada Minggu (2/5/2021). Jumlah kematian mencapai rekor satu hari 3.689 kasus. Rumah sakit, kamar jenazah dan krematorium kewalahan, dan konsumsi oksigen medis 8 kali lebih banyak dari biasanya.

Pada  Minggu 2 Mei, persediaan medis dari komunitas internasional tiba di India satu per satu. Jerman mengirimkan lebih dari 100 ventilator, 8 peralatan oksigen dari Prancis, pesawat Uzbekistan membawa 100 generator oksigen dan persediaan medis lainnya, penerbangan Belgia membawa 9.000 botol obat Remdesivir untuk melawan virus Komunis Tiongkok .

Ilmuwan dari INSACOG yakni SARS-CoV-2 Genetics Consortium, atau INSACOG, kelompok ahli medis India, sedang mempelajari alasan lonjakan kasus saat ini di India, terutama mutasi virus B.1.617 yang pertama kali ditemukan di India. 

Ilmuwan percaya bahwa mutasi ini mungkin luput dari sistem kekebalan tubuh. Namun, belum dapat dipastikan bahwa mutasi tersebut diperkuat atau berbahaya, karena hal ini memerlukan pembiakan virus di laboratorium dan diuji.

Organisasi Kesehatan Dunia  (WHO) belum secara resmi mengumumkan mutasi virus B.1.617 sebagai “varian yang menjadi perhatian,” tetapi model awal berdasarkan sekuensing genom menyimpulkan bahwa virus ini memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat daripada varian lain yang menyebar di India.

Meskipun para ilmuwan telah memperingatkan pemerintah India tentang risiko penyebaran virus mutan pada awal Maret lalu, pemerintah India tidak menerapkan blokade nasional karena pemilihan umum dan kekhawatiran akan pukulan ekonomi. Akan  tetapi 10 provinsi dan negara bagian memberlakukan pembatasan tertentu pada daerah mereka sendiri.

Data awal yang dirilis pemerintah India pada Minggu 2 Mei menunjukkan bahwa defisit perdagangan barang India pada April mencapai 15,24 miliar dolar Amerika Serikat. Untuk mengekang penyebaran virus Komunis Tiongkok tahun lalu, India mengadopsi blokade nasional yang ketat, yang menyebabkan penurunan signifikan dalam perdagangan internasional.  (hui)

Share

Video Popular