Erabaru.net. Du Xuanmei, seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah dasar di Tiongkok, kehilangan telapak tangan dan kakinya karena sakit ketika dia masih kecil.

Du Xuanmei telah menjadi guru selama 12 tahun. Dia mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang guru sampai tua.

Du Xuanmei memegang pena dengan kedua tangan untuk menulis.

Untuk menghidupkan proyektor, untuk menekan sakelar dia menggunakan tongkat panjang.

Du Xuanmei, mengajar bahasa Inggris di Sekolah Dasar Rakyat di Kabupaten Hejiang, Provinsi Sichuan, dan telah mengajar selama lebih dari 12 tahun.

Ketika dia berumur 2 tahun, dia kehilangan telapak tangan dan kakinya karena diamputasi.

Setelah dia mencapai usia sekolah, Du Xuanmei melihat anak-anak lain pergi ke sekolah setiap hari, dan dia merasa iri.

Ketika dia berusia 6 tahun, dia berinisiatif untuk mengatakan kepada ibunya bahwa dia ingin pergi ke sekolah, tetapi ibunya khawatir tidak ada sekolah yang mau menerimanya.

“Bagaimana kamu bisa pergi ke sekolah tanpa tangan atau kaki, kamu tidak bisa menulis apa-apa!” kata ibunya.

Untuk membujuk keluarganya agar mengizinkannya pergi ke sekolah, Du Xuanmei meminta bantuan kakak tetangganya.

Dengan bantuan kakak tetangga, dia mencoba berlatih menulis dengan kedua tangan selama 1 tahun.

Dia masuk sekolah dengan lancar ketika dia berumur 8 tahun.

Du Xuanmei akan menggunakan kedua lengannya untuk menulis di papan tulis, dan dia juga memegang pena dengan kedua tangannya.

Ketika membalik halaman buku, dia akan meletakkan pena dan membalik halaman dengan tangannya.

Di tangan Du Xuanmei, jika Anda melihat lebih dekat, Anda akan melihat lapisan kapalan yang tebal.

“Memangkas kapalan di lengan dan tungkai secara rutin setiap bulan. Kapalan yang tebal bisa memengaruhi menulis dan berjalan,” katanya.

Meski tanpa telapak tangan dan telapak kaki, banyak hal tetap bisa dilakukan sendiri tanpa memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Pada awalnya, sebagian orangtua beranggapan bahwa guru penyandang disabilitas mungkin tidak dapat mengajar siswa dengan baik.

Setelah banyak kerja keras, kinerja rata-rata siwa kelas tersebut termasuk yang terbaik di kota, yang telah diakui oleh banyak orang.

Dan dia juga akan berinisiatif mengajak orangtua untuk mengadakan rapat orangtua memperkenalkan diri, agar orangtua mengerti dan menghargai dirinya.

Setelah kisah kerja keras Du Xuanmei terungkap, netizen sangat terharu dan banyak yang memujinya.

“Ini adalah orang yang paling dihormati.”

“Air mata saya mengalir, saya sangat mengaguminya.”

“Saya mencintainya, dan mengaguminya.”

Kisah inspiratif ini telah menyentuh banyak orang. (yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular