Erabaru.net. Di antara semua makhluk hidup, selalu ada orang menderita kesusahan hidup. Kesulitan mereka tidak kita ketahui, tetapi mereka masih kuat menghadapi kehidupan, dalam perjuangan melawan takdir, mereka mengandalkan diri mereka sendiri untuk menjalani hidup mereka yang indah.

“Saya adalah petani. Saya 81 tahun. Saya tidak menyangka tinggal di rumah yang begitu indah,” kata kakek Yu berbicara tentang rumah yang dia tinggali.

Dia mengatakan bahwa semasa kecil dia berasal dari sebuah keluarga miskin, saat itu tinggal di rumah yang gelap dan lembab tanpa baju. Sekarang dia sudah tinggal di rumah yang mewah, kadang dipikir-pikir, rasanya seperti bermimpi.

Kekek Yu tinggal di daerah pegunungan di Anhui, Tiongkok, rumah itu dibangun oleh anaknya lima tahun yang lalu , merupakan bangunan sangan megah.

Ketika pertama kali pindah ke rumah barunya, kakek Yu masih belum terbiasa. Dia pindah dari rumah tuanya yang sudah bobrok ke rumah yang indah dan tiba-tiba berubah ke lingkungan yang sama sekali berbeda. Untuk waktu yang lama, dia merasa tempat ini tidak seperti rumahnya sendiri.


Bangunan itu tidak hanya mewah di luar, tetapi di dalamnya juga indah dengan didekorasi lampu antik yang dipasang di dinding jalan setapak. Terdapat dapur yang luas, ruang keluarga, dan kamar tidur. Tinggal di dalamnya seperti tinggal di hotel.

Meskipun kakak Yu sangat menyukai rumah ini dan tinggal di dalamnya juga sangat nyaman, namun dia mengatakan bahwa biasanya dia mengangkat wajah dengan tersenyum, kini dia merasa tidak nyaman, dan dia akan menangis setiap hari.

Ketika ditanya mengapa dia tidak senang tinggal di rumah mewah itu, kakek Yu mengatkan itu semua karena masa lalunya.

Kakek Yu memiliki 5 anak laki-laki, dan anak-anaknya sangat ceria. Yang tertua, kedua, ketiga dan keempat semuanya bekerja di bidang teknik. Yang bungsu bekerja di pertanian dengan gaji yang lumayan.

Lima tahun yang lalu, sang anak bungsu melihat kekek Yu dan istrinya masih tinggal di rumah tua yang bobrok itu. Ia merasa kasihan, maka anak bungusnya membangunkan rumah itu. Tentu saja sang anak punya tujuan lain, yaitu di masa depan, dia akan pensiun dan kembali ke pegunungan untuk merawat orangtuanya.

Putranya sangat berbakti dan dia sangat senang membangun sebuah rumah mewah di pegunungan untuk ditinggali ayahnya yang sudah tua itu.

Anak bungsunya sangat sibuk bekerja, selama lima tahun terakhir ini anak bungsu hanya tinggal di rumah selama satu tahun. Rumah besar itu biasanya hanya ditinggali oleh kakek Yu dan istrinya. Kakek Yu merasa bahwa selama anak-anak dan istrinya dalam keadaan sehat, dia sangat senang tinggal di rumah yang begitu indah. Namun, beberapa kejadian telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Kesehatan istrinya menjadi semakin buruk. Putra kedua dan ketiga meninggal karena sakit. Kakek Yu dan istrinya patah hati. Namun, yang tidak mereka sangka, putra tertua juga meninggal karena sakit.

Pasangan itu sangat sedih, dan dia tidak tahu bagaimana kesehatan ketiga putranya begitu buruk. Sekarang, putra keempat telah membangun sebuah rumah di kota tetangga, yang jauh dari tempat di mana kakek Yu tinggal.

“Menjadi bahagia bukanlah tentang makan dengan baik dan hidup dengan baik. Jika Anda dalam kesehatan yang buruk, tidak ada gunanya tinggal di rumah terbaik. Selama anak-anak aman dan sehat, bahkan jika saya tinggal di rumah tua, saya bersedia tinggal di rumah tua,” kata kakek Yu.

Ketika dia hampir berusia 80 tahun, dia membasuh wajahnya dengan air mata sepanjang hari, dan tubuhnya tidak sebaik sebelumnya. Untuk mengalihkan pikirannya, memikirkan putranya, dia menyibukkan diri di ladangnya.

Ketika putranya membangun rumah itu, dia memilih bahan terbaik diperkirakan biaya dari konstruksi hingga dekorasi sekitar 1 juta yuan (sekitar rp 2,2 miliar), yang dianggap sebagai rumah mewah di daerah setempat.

Saat anak tidak ada di rumah, selain bersih-bersih, pasangan tua itu jarang naik ke atas atau duduk di ruang tengah. Mereka takut lantai dan sofa yang indah akan kotor setelah bekerja. Kakek Yu dan istrinya lebih sendang Istirahat di ruang terbuka di luar dapur.

“Anak bungsu menghabiskan begitu banyak uang untuk membangun rumah. Saya dan istri harus membantu anak kami mengurusnya, ” kata kakek Yu. Dia selalu berakata, sebenarnya, tidak masalah rumah seperti apa yang dia dan istrinya tinggali. Harapan terbesar adalah agar putra dan cucunya semuanya sehat dan bahagia. (yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular