Erabaru.net. Pada saat kasus Covid di India meningkat pesat dan kebanyakan orang mengisolasi diri di rumah, ada beberapa orang yang keluar, mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk menyelamatkan orang lain.

Salah satunya adalah Ravali Thikka, 22 tahun, yang melakukan perjalanan selama lebih dari dua jam untuk mendonorkan darahnya kepada seorang wanita yang sedang mengandung sembilan bulan.

Wanita hamil sembilan bulan, G Vajeera, 25 tahun, menjadi korban keadaan. Segalanya menjadi rumit setelah suaminya dinyatakan positif terkena virus.

“Istri saya, Vajeera tidak terkena virus tetapi karena beberapa masalah medis, dokter mengatakan dia membutuhkan darah. Saya menghubungi bank darah, tetapi mereka mengatakan tipe darahnya tidak tersedia. Saya menelepon orang lain tetapi mereka enggan mendonorkan darah mereka,” kata G Prashant

“Ketika saya kehilangan harapan dan ketakutan akan apa yang akan terjadi pada anak dan istri saya, seseorang membalas status whatsapp saya di mana saya meminta bantuan donor darah, balasan itu datang sebagai secercah harapan untuk saya. ”

Bagi Ravali, menyelamatkan nyawa lebih penting.

“Saya melihat ada yang memerlukan donor darah dan saya menyadari bahwa saya memenuhi semua kriteria, saya langsung memutuskan untuk pergi ke Mulugu,” katanya.

“Orang tua saya tidak mengizinkan saya pergi karena mereka takut saya bepergian dalam situasi seperti ini, tetapi saya bertekad untuk membantu wanita itu. Jadi, saya meyakinkan orangtua saya lalu saya naik bus umum untuk mencapai Mulugu.”

Karena pandemi, persediaan donor darah yang ada sekarang ini sangat sedikit dan jarang.

“Orang yang sudah divaksin dan belum melewati 28 hari tidak diizinkan untuk mendonor darah. Inilah mengapa sebagian besar bank darah mengalami kekurangan, ”kata Presiden Perkumpulan Bank Darah Telangana, India, S Sai. (lidya/yn)

Sumber: newindianexpress

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular