Erabaru.net. Setiap orang pasti pernah memiliki mimpi indah untuk hidup dalam pengasingan di pegunungan dan hutan yang tenang. Hidup di desa , jauh dari keramaian dan hiru piruk kota. Ditemani hangatnya sinar matahari, ,mata air yang jernih dan kicauan burung saat matahari terbit dan terbenam. Namun bagi sebagian orang, di era yang serba cepat ini, hidup di pegunungan sulit untuk dijalani.

Namun, selalu ada orang yang rela meninggalkan hiruk piruk kota dan mengejar impian mereka hidup dalam ketenangan walau di tempat yang terpencil dan terisolasi.

Salah satunya adalah Ariel. di musim dingin tahun 2014, wanita ini pindah ke hutan dan tinggal di rumah kabin trailer yang dibelinya dengan harga murah. Tempat tersebut sangat terpencil dan semuanya terlihat sangat alami.

Tentu saja, tidak seindah yang dibayangkan. Di musim dingin pertama, salju tebal membanjiri rumahnya, jadi dia harus bergegas membersihkan salju di pagi hari karena setiap kali salju turun, setengah dari rumah itu selalu tertutup salju.

Meskipun ada saat-saat yang tidak menyenangkan dia tetap bertahan. Dari awal musim dingin hingga saat ini. dia telah tinggal di hutan dengan anjing selama enam tahun !

Rumah kabin ini hanya berukuran sekitar 17㎡. Meski ruang di dalam tidak cukup besar namun cukup untuk dia tinggali seorang diri dan anjingnya. Gaya desain rumahnya juga sangat simpel. Warna kayu dan desain putihnya cukup natural. Membuatnya terlihat harmonis seperti yang ada pada alam sekitarnya.

Di sisi kanan pintu masuk terdapat ruang jendela berongga yang sederhana yang sekarang sudah menjadi tempat favorit untuk anjingnya.

Ketika memasuki ruangan, Anda dapat melihat lantainya yang terbuat dari bahan gabus. Bahkan tanpa karpet, Anda dapat merasakan kaki Anda terasa sangat nyaman.

Sayangnya, tidak ada beranda kabin ini, ada area gantung sepatu yang terletak di belakang pintu. Kenapa didesain seperti ini ? Selain menghemat tempat, ada alasan lain untuk hal ini.

Alasan utamanya adalah, akan terjadi banyak hujan salju pada beberapa hari kedepan, sepatu pun menjadi sering basah, dan jika langsung dilemparkan ke tanah akan sulit kering. Tapi akan cepat mengering apabila digantung.

Saat cuaca cerah, Dia sering duduk di sudut jendela sambil membaca buku, atau hanya menutup mata dan tidur siang yang mana adalah hal yang sulit dilakukan ketika berada di kota.

TV ditempatkan di lemari penyimpanan di samping yang biasanya dilipat, dan setelah dibuka, itu akan menjadi meja kerja, tempat di mana wanita itu menulis buku harian, mengatur foto dan lain-lain.

Adapun darimana listrik di rumah kabin tersebut berasal, kita akan membicarakannya nanti!

Arena terakhir dari separuh aula pintu masuk ini adalah kompartemen penyimpanan di bagian tas. Naik ke sofa Anda dengan mudah mendapatkan berbagai serba-serbi yang disimpan di lemari atas. Menggunakan partisi di kedua isis, wanita itu juga membuat rak buku ! Yang mana buku adalah teman terbaiknya untuk menghabiskan waktu sepi bersamanya.

Jika memasuki lebih dalam ke rumah mungil ini, separuh ruangan lainnya hampir ditempati oleh dapur. Ukuran mejanya pun cukup luas, terdapat wastafel, kompor, lemari dinding, dan perlengkapan lainya di atas meja.

Setip hari, dia menggunakan kayu bakar untuk memasakan. Tentunya peralatan dapur seperti lemari es dan oven yang berada di lemari bukanlah dekorasi. Terkadang dia menggunakannya untuk menghangatkan makanannya.

Lemari di bagian belakang dapur berisi banyak bumbu yang sebagian besarnya dia bawa sendiri, dan sebagian kecil ditukar atau membeli ke rumah penduduk terdekat.

Dengan cara yang sama, dia harus mengandalkan dirinya sendiri untuk mendapatkan air dalam kehidupan sehari-harinya dari sungai terdekat. Kecuali pada musim dingin, dia tidak memerlukan persediaan air sebanyak biasanya, hanya dengan beberapa ember, itu akan cukup untuknya memasak dan mencuci pakaian selama berhari-hari.

Sedangkan untuk sumber makan utama, dia masih mengandalkan kebun sayur kecil yang dia tanam sendiri di sekitar. Karena dia tidak makan banyak, kelebihan sayuran akan diawetkan sebanyak mungkin atau dia jual ke kota terdekat dan ditukarkan dengan beberapa daging atau keutuhan hidup lainnya.

Merawat seluruh kebun sayurnya sendiri adalah pekerjaan yang tidak mudah tetapi Ariel menikmati hari-harinya. Dia mengatakan bahwa di masa lalu, dia hidup dibawah tekanan saat bekerja dengan orang lain. Sekarang meskipun dia merasa lelah menanam sayuran, dia bisa merasakan kesenangannya tersendiri.

Meskipun wanita itu tinggal sendirian, dia tetap menganut gaya hidup disiplin. Segala sesuatu yang ada di rumahnya selalu dibersihkan dan ditata dengan bersih dan rapi.

Pada musim dingin, salju selalu turun sepanjang hari, saat ini sumber makannya adalah sayuran yang disimpan sebelumnya dan beberapa makanan yang dibelinya di kota.

Jika Anda bertanya dari mana uangnya berasal ? Faktanya, ketika dia tidak ada pekerjaan dia akan pergi ke peternakan terdekat untuk bekerja, merawat ternak, dan memotong kayu serta menyortir kayu. Dia akan mendapat bayaran yang dia gunakan untuk mencukupi biaya hidupnya, ditambah karirnya sebagai fotografer lepas. Meskipun penghasilannya sedikit itu sudah cukup.

Kamar tidurnya juga menjadi prioritas karena iklim lembab di hutan, lokasi kamar tidurnya berada di loteng di lantai dua, dia juga menambahkan tirai kecil untuk membentuk ruang pribadi yang sempurna.

Karena perbedaan suhu yang besar antara pagi dan mala di hutan, selimut bulu dia gunakan sebagai alas tidur, ditambah dengan adanya pemanas di lantai, sehingga walau pada musim dingin, tidur di dalam kabin tetap terasa nyaman.

Ketinggian di loteng tidak memungkinkannya untuk berdiri tegak tetapi tidak akan mempengaruhinya ketika tidur.

Tentang masalah listrik, nyatanya, sebagian besar pasokan listrik dikabinyamengandalkan panel surya yang adai di luar kabin, yang ditampung di baterai penyimpanan. Tetapi pada cuaca hujan, sulit untuk mengumpulkan listrik sehingga dia tidak dapat menggunakan banyak listrik. Dia harus menghemat, terutama dalam penggunaan, emari es dan lampu listrik. Walaupun sebenarnya tidak mengkonsumsi terlalu banyak daya listrik

Area terakhir rumah ini adalah toilet kecil. Hidup di hutan secara alami tidak membutuhkan toilet siram, jadi dia menggunakan ‘toilet kompos’ untuk mencapai biodegradasi yang juga merupakan teknologi yang biasanya digunakan pada rumah berjalan.

Sampai di sini, kita hampir mengenai rumah mungil selasa 17㎡ ini, sedikit demi sedikit, tidak sulit untuk memahami mengapa wanita ini merasa nyaman dengan hidupnya yang sederhana tersebut.

Ketika ditanya apakah dia bosan dengan cara hidup ini, jawabannya tidak sama sekali. Memikirkan pekerjaan yang membosankan dan membayar sewa rumah, dia lebih suka hidup sendiri, meskipun ada sedikit kesulitan, tetapi ini adalah kehidupan yang ingin dia jalani sekarang. (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular