oleh Lin Cenxin dan Liu Fang

Berdasarkan dokumen yang diperoleh media ‘Epoch Times’ baru-baru ini, diketahui bahwa pemerintah komunis Tiongkok sedang memancing Amerika Serikat masuk ke dalam perangkap perlombaan energi baru, dengan mengungkapkan situasi perkembangan energi bersih seperti fotovoltaik di daratan Tiongkok saat ini.  Untuk diketahui, Fotovoltaik  berarti sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk menjadikannya aliran listrik.

Presiden AS Joe Biden baru-baru ini, juga menyatakan bahwa pada tahun 2030, emisi karbon AS akan berkurang sebesar 50% hingga 52% dibandingkan tahun 2005. Menlu AS Antony Blinken juga menyatakan bahwa, dirinya akan memimpin revolusi energi hijau dalam persaingan dengan pemerintah komunis Tiongkok.

Dokumen yang diperoleh ‘Epoch Times’ itu menunjukkan bahwa fotovoltaik, telah banyak digunakan oleh pemerintah komunis Tiongkok dalam kampanye politik seperti proyek pengentasan kemiskinan dan pengentasan kemiskinan bertarget. 

Dokumen yang diperoleh ‘Epoch Times’ tentang fotovoltaik

Repelita ke-13 untuk pengembangan energi matahari yang dikeluarkan oleh Lembaga Energi Nasional Tiongkok, juga mendorong agar industri fotovoltaik sebagai program pelari terdepan guna mendukung perkembangan perusahaan-perusahaan di Tiongkok.

Dalam situsnya, Huawei menyebutkan bahwa perusahaannya telah ditunjuk untuk menjadi pendukung kesuksesan proyek fotovoltaik menjadi pelari terdepan yang digagas pemerintah.

Komentator bernama Li Linyi mengatakan : “Fotovoltaik memang benar banyak digunakan di daratan Tiongkok, bahkan telah dimasukkan ke dalam proyek pengentasan kemiskinan oleh pemerintahnya. Artinya, penerapan fotovoltaik di daratan Tiongkok sudah sangat umum, dan pada dasarnya ia sudah berada dalam posisi leading dan monopoli di dunia, jadi cukup sulit bagi Amerika Serikat untuk bersaing dengan komunis Tiongkok”.

Dokumen yang diperoleh ‘Epoch Times’ tentang fotovoltaik

Setelah Biden berkuasa, ia menekankan bahwa perubahan iklim adalah prioritas bagi AS dalam pengembangannya. Mantan Presiden Trump, tidak setuju dengan teori kontroversial tentang “perubahan iklim” yang dikemukakan oleh komunitas ilmiah.

Li Linyi mengatakan, Beijing sudah menargetkan fotovoltaik ini. Mereka tahu bahwa Anda menginginkan, dan mereka juga mencoba untuk mengejar atau melemahkan kemampuan Anda, atau bahkan menetapkan standar untuk mengendalikan Anda. Mereka terus melakukan hal ini. Jadi sekarang Anda lihat, Barat memboikot kapas Xinjiang. Mengapa Beijing sekarang begitu cemas ? Itu karena pemboikotan kapas adalah langkah pertama, dan langkah berikutnya adalah memboikot fotovoltaik Xinjiang.”

Li Linyi percaya bahwa tujuan Xi Jinping mendorong Tiongkok menggunakan energi baru, guna melindungi lingkungan melalui Repelita ke-14, sampai batas tertentu, dapat diartikan untuk memancing Biden masuk ke dalam perangkap perlombaan energi baru. Kecuali jika pemerintah AS dapat menyingkirkan ketergantungannya pada rantai pasokan komunis Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular