Erabaru.net. Seorang pria sekarat yang hanya mempunyai beberapa hari terakhir untuk hidup dikabulkan keinginan terakhirnya oleh paramedis untuk melakukan perjalanan terakhir ke pacuan kuda.

Nigel Latham, 58 tahun, didorong dengan tandu ke tepi lintasan balap Morphettville di Adelaide, Australia, pada hari Sabtu (1/5).

Pencinta pacuan kuda itu diberi tempat utama di tepi lintasan yang hanya berjarak 200 meter dari garis finis, di mana ia menyaksikan kompetisi tersebut dengan istrinya Julie di sisinya.

Latham dipindahkan dari Rumah Sakit Royal Adelaide ke perawatan paliatif di rumahnya sehingga dia bisa menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan nyaman bersama keluarga.

Paramedis Bec Sanders dan rekannya Laura bertanya kepada pria yang sekarat itu apakah ada tempat yang ingin dikunjungi untuk terakhir kalinya.

“Saya hanya bisa menonton balapan di rumah sakit, jadi saya ingin pergi ke sana,” kata Latham kepada 7 News.

Pria berusia 58 tahun, yang sebelumnya menjadi pemilik sebagian dari beberapa kuda pacu, berterima kasih kepada paramedis karena membuat keinginan terakhirnya menjadi kenyataan.

“Bec dan Laura membuat keajaiban dan membawaku ke sana,” kata Latham.

Joki pemenang, Craig Williams yang mengetahui gerakan yang menghangatkan hati itu dengan memberikan souvenir kepada Latham setelah memenangkan lomba pada hari itu.

“Saya berkata kepada kudaku jika kita berhasil melewati garis finish, kami akan memberi pria tersebut kaca mata pemenang dan dia melakukan pekerjaannya sangat baik dengan berhasil melewati garis,” katanya.

“Kami ingin berterima kasih kepada orang-orang seperti Nigel yang mendukung industri ini dan kami sangat bangga karena dia bisa menyaksikan perlombaan yang hebat ini yang juga adalah keinginan terakhirnya.”

Layanan Ambulans SA men-tweet bahwa Latham sangat senang dengan hadiah itu dan dia mengenakan kacamatanya sepanjang perjalanan pulang.

Seorang penonton juga berjalan ke Latham dan berbagi bir dengannya sebagai sesama pecinta pacuan kuda.

Berita tentang sikap paramedis itu juga telah menyebar ke luar negeri di mana penyiar pacuan di Inggris Francesca Cumani men-tweet pujiannya dengan satu kata: ‘Wow’.(lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular