Erabaru.net. Dunia tampaknya menjadi semakin acuh tak acuh. Di satu sisi, orang dewasa mengeluh tentang kurangnya perhatian dan cinta antara satu sama lain, tetapi disisi lain mereka juga tidak mau membagikan cinta, takut kehilangan dan tidak berani membantu orang lain. Namun, bagi anak-anak tampaknya jauh lebih mengerti.

Hailey, seorang gadis berusia 9 tahun di Amerika Serikat, menyelamatkan banyak tunawisma sendirian. Dia memberikan rumah untuk berlindung dan makanan bagi banyak tunawisma di kota tempat tinggalnya, dan menerangi dunia yang acuh tak acuh ini dengan kepedulian dan kebaikannya.

Hailey Ford tinggal bersama orangtuanya di Washington, AS. 4 tahun yang lalu, suatu hari dia dalam perjalanan kembali dari toko bersama ibunya, dia bertemu dengan Billy Ray, seorang pria tunawisma yang tidak makan selama 4 hari.

Hailey lalu mengajak Billy mengobrol lalu Hailey Ford mengetahui bahwa Billy Ray adalah seorang veteran, dia kehilangan satu kaki dan tidak dapat bergerak dengan bebas, tidak dapat bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri, jadi dia hanya bisa menjadi seorang tunawisma.

Hailey kecil baru berusia 5 tahun pada saat itu, tetapi kebaikan yang dia tunjukkan cukup membuat banyak orang dewasa malu.

Dia memohon kepada ibunya ,dan berkata: “Bolehkah aku membelikannya sandwich? Tolong ibu..”

Ibu mengabulan permintaan putri kecilnya dan membantu pria tunawisma tersebut. Dia merasa Hailey seperti malaikat. Sejak saat itu, Hailey mulai membantu lebih banyak tunawisma dengan memberi mereka pakaian dan makanan gratis.

Tetapi setelah beberapa hari, ibunya meminta maaf kepada Hailey,: “Sayangku, kita bukan keluarga yang begitu kaya dan tidak dapat membantu semua orang.”

Mendengar itu Hailey terlihat sedih dan menangis, dia sangat khawatir dengan kehidupan gelandangan yang telah menjadi temannya.

Dia berpikir dan berpikir, dan dalam hati dia berkata,: “Jika saya tidak mampu membeli makanan, maka saya akan menanam buah dan sayuran saya sendiri untuk mereka!”

Tentu saja, orang tua Hailey juga cukup mendukung metode kemandirian ini. Ketika banyak anak tidak menyukai tentang buah dan sayuran, Hailey sudah mulai merencanakan “kehidupan petani”-nya sendiri.

Seorang gadis kecil yang tidak pernah bersentuhan dengan penanaman hanya dapat mempelajari pengetahuan tersebut sendiri. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya setiap hari, dia mulai belajar sendiri dengan buku penanaman profesional.

Jika dia ada yang tidak ia mengerti di buku, dia akan berkonsultasi dengan kakeknya. Kakek mengajarinya menggunakan metode penanaman kebun sayur dalam lahan sempit, yang cocok untuk metode penanaman skala kecil tetapi intensif. Meski ukurannya kecil, keseriusan menanam benih sungguh luar biasa.

Setiap sayuran harus dibalik dengan hati-hati, diberi obat cacing, dan disiram …

Hailey juga meminta ayahnya untuk membangun pagar kawat untuk kebun sayurnya agar buah dan sayur tidak dirusak oleh anjing dan hewan liar. Dia melihat ke kebun sayur kecilnya dan menamakannya .

Setelah satu bulan kerja keras akhirnya usaha Hailey membuahkan hasil: setengah kantong wortel, kentang, kedelai.

Hailey memberikan semuanya kepada teman kecilnya Billy untuk dicicipi. Meski panennya tidak terlalu bagus, itu cukup membuat gadis baik hati ini bahagia!

Beberapa bulan kemudian, Hailey memanen lebih banyak, termasuk setengah kantong blueberry, satu kantong kacang-kacangan dan okra! Dia tersenyum ceria, karena ini dapat membuat para tunawisma makan beberapa kali!

Kebaikan kecil Hailey dalam menanam sayuran setiap hari menggerakan hati para tetangga di lingkungan itu, mereka bergabung dengannya dalam operasi penanaman sayuran dan juga membagi sebagian dari pekarangannya sendiri.

Kakak tetangga Hailey juga membantu dia menyiangi dan mengairi kebun sayur tersebut saat dia menganggur.

Dengan dukungan komunitas ini untuk Hailey, kebun sayurnya telah tumbuh semakin besar, hampir di seluruh kota!

Panennya semakin bagus dan semakin baik, dan variasi buah-buahan dan sayur-sayuran semakin melimpah .. Ketimun, tomat, brokoli, stroberi, selada … semuanya bisa ditemukan di kebun sayurnya.

Setiap kali sayuran dipanen, Hailey akan mengambil skala kecil untuk mengukur beratnya, kemudian memperbaiki cara tanamnya sendiri. Saya harus mengatakan bahwa Hailey benar-benar petani yang berkualitas.

Dia mencuci dan mengemas setiap porsi buah dan sayuran, dan membagikannya kepada para tunawisma di jalan secara berkala.

Banyak tunawisma di kota yang telah dibantu, mereka sangat tersentuh. Mereka juga telah berteman baik dengan Hailey, dan secara spontan membantu Hailey mengelola kebun sayur pada hari kerja.

Meskipun ada sayuran yang belum matang untuk sementara waktu, Hailey akan dengan hati-hati membuatnya menjadi acar.

Ada “daerah kumuh” di kota kecil tempat tinggal Hailey. Ini adalah tempat yang enggan dikunjungi para penduduk, tetapi Hailey datang untuk membagikan makanan. Dia disambut serta dihormati oleh semua orang di sini.

Para tunawisma di jalanan tidak perlu lagi khawatir tentang makan. Mereka juga belajar tumbuh sendiri untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Saat ini Hailey menemukan masalahnya lagi: para tunawisma masih tidur di jalan. Jadi dia berkata kepada ibunya: “Menurut saya mereka harus memiliki rumah.”

Hailey yang sangat gigih dengan sedikit keinginannya membuatnya memikirkan ide baru: “Saya ingin mencoba membangun rumah.”

Hailey ingin melakukannya jadi ia mulai belajar selama beberapa hari, dan menggambar desain rumah sederhana. Kemudian dia segera menemukan bilah kayu dan mencoba mengutak-atiknya di halaman belakang.

Hailey ditemani oleh keluarganya ke pasar bahan bangunan. Setelah pemilik tiki mengetahui tujuannya, dia sangat tersentuh dan memutuskan untuk menjualnya dengan setengah harga.

Hailey mencari banyak informasi dan mempelajari cara membangun tempat yang ramah lingkungan dan sederhana, yaitu menggunakan denim sebagai pelapis papan dinding, yang sangat hangat.

Setiap keluarga di kota ini sangat mendukung, mereka juga ikut menyediakan bahan bangunan dan kain denim sebanyak mungkin untuknya.

Sementara anak-anak lain masih bermain dengan balok bangunan mainan di rumah mereka, Hailey telah mengambil berbagai bor listrik dan kunci sekrup untuk membangun rumah dengan peralatan sungguhan.

Setiap detail diukur secara sendiri, walau sangat kotor, tetapi Hailey tidak peduli. Setelah bekerja keras, rumah kayu itu berhasil dibangun. Hangat dan rapi, bahkan terlihat mewah!

Pada hari ketika konstruksi akhirnya selesai, sekitar 23 tetangga dan orang asing datang ke rumah Hailey bekerja sama membantunya mengangkat rumah tersebut ke tempat yang membutuhkan.

Hailey telah membangun 11 rumah kayu, dan semua orang di komunitas datang untuk membantunya. Seperti yang dikatakan satu ungkapan : “Jika Anda benar-benar ingin melakukan sesuatu, alam semesta akan membantumu.”

Hailey memiliki slogan: Saya tidak bisa membantu semua orang, tapi cinta bisa! Dengan cinta, kebijaksanaan, dan keberaniannya, dia meraih “prestasi” yang tidak dapat dilakukan oleh banyak orang dewasa. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menyadari: Cinta adalah sungguh sesuatu yang sangat luar biasa.”

Kita sering berkata,” “Beri seseorang mawar, dan tangannya akan tetap wangi.”

Saat ini gadis berusia 9 tahun ini percaya pada kekuatan kebaikan dan membantu orang lain. Dia membantu kelompok kurang mampu di kota ini dengan tindakannya, dan membuat orang dewasa menyadari bahwa sekecil apa pun perbuatan baik dapat membawa banyak perubahan. (lidya/yn)

Sumber: waagreat

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular