Erabaru.net. Saat makan malam Natal pada tahun 1918, sebulan sebelum memasuki masa damai, mekanik angkatan udara Australia Tim Tovell melihat seorang anak laki-laki kelaparan berjalan ke ruang makan di wilayah pendudukan di Jerman.

Anak laki-laki Perancis, Honore Hemene, baru berusia 11 tahun ketika dia diundang untuk bergabung dengan Australian Flying Corps Squadron Four’s di meja makan dan mendapatkan makanannya dengan memikat para penerbang itu dengan menceritakan kisah hidupnya.

Malam itu bukan hanya sekedar makan malam, namun makan malam yang mengubah jalan hidupnya.

‘Henri’ begitu orang Australia memanggilnya, menjelaskan bahwa seluruh keluarganya – ibu, saudara perempuan dan saudara laki-laki – terbunuh selama perang ketika rumahnya di Seclin, Perancis, dibom oleh artileri Jerman.

Dia berusia tujuh tahun saat itu dan ayahnya, seorang tentara, meninggal lebih awal dalam perang di Front Barat.

Henri bertahan hidup sendiri selama empat tahun dengan mengikuti berbagai unit Perancis dan Inggris, mengais-ngasi makanan dari pasukan di dekat medan perang di utara Belgia.

Tetapi anggota penerbang Australia menyambut baik bocah yang berusia 11 tahun itu saat mereka bertemu dengannya.

Dia menjadi maskot mereka secara tidak resmi, seorang pelawak dan penangkap tikus di barak, dan bahkan sering diajak menaiki pesawat biplan Sopwith Camel skuadron.

Akhirnya mereka menjulukinya ‘Penggali Kecil’.

Dengan berakhirnya masa perang, Tovell menyelundupkan Henri, yang mulai melihatnya sebagai sosok ayah, di atas kapal yang menuju Inggris ke dalam karung.

Ketika tiba waktunya untuk memulai perjalanan panjang kembali ke Australia pada akhir 1918, Henri sekali lagi diselundupkan ke atas kapal oleh Tovell dan saudaranya Ted Tovell, kali ini dalam keranjang pakaian mewah.

Meski ketahuan, dia diizinkan tinggal dan turun di Australia ketika kapal Kaisar-i-Hind tiba di Australia pada 31 Januari 1919.

Dalam bukunya Young Digger, penulis Anthony Hill menulis bahwa seorang pendeta pernah menginterogasi Tovell tentang Henri.

‘Henri diberi izin untuk mendarat di Australia dan pergi ke Brisbane untuk tinggal bersama Tovell dan keluarganya.’

“Tapi menurutmu apa yang sedang kau lakukan, Bung?” tanya pendeta itu kepada Tovell.

“Saya pikir saya memberinya kesempatan dalam hidup, Pak. Kesempatan yang lebih baik dengan keluargaku daripada yang pernah dia miliki di institusi di sini …. ” jawab Tovell.

Tovell dan istrinya Gert membesarkan Henry di Queensland dan dia bergabung dengan Royal Australian Air Force pada tahun 1923, saat masih remaja.

Henri mendaftar ke Pemerintah Australia untuk naturalisasi pada tahun 1928 – tetapi meninggal dalam kecelakaan sepeda motor yang tragis sebelum diberikan.

Dia meninggal di usia 21 tahun setelah ditabrak taksi saat mengendarai sepeda motornya di Spring Street, ketika hendak kembali ke pangkalan udara Laverton di Macy 23, 1928.

Meskipun bukan anggota angkatan udara, Henri dimakamkan dengan penghormatan militer dan sebuah monumen yang didirikan di atas kuburannya di Pemakaman Fawkner di Melbourne. (Lidya/yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular