Erabaru.net. Dengan banyaknya barang mewah palsu yang semakin sulit dikenali, orang kaya di Tiongkok ini rela untuk membayar puluhan juta rupiah untuk mengikuti kursus khusus tentang cara membedakan produk mewah yang asli dari produk palsu.

Pasar barang mewah domestik Tiongkok saat ini bernilai sekitar 4 triliun yuan (sekitar Rp 8,8 Kuadriliun) dan itu bahkan tidak termasuk harga perdagangan barang mewah bekas, tetapi dengan tingginya volume berdangan ini juga telah menyebabkan adanya produk palsu.

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Kisah pemburu barang mewah murah yang ditipu dengan produk mewah palsu sangat umum ditemukan di media sosial Tiongkok, sedemikian rupa sehingga sekarang ada perusahaan yang menawarkan kursus khusus tentang cara membedakan barang mewah otentik seperti tas merek Louis Vuitton atau Chanel dari yang palsu.

Sekolah khusus di Beijing ini membebankan biaya 15.800 yuan (sekitar Rp 35 juta) dengan waktu 7 hari. Mereka mengajar tentang cara membedakan produk mewah asli dan produk palsu yang dibuat dengan sangat baik.

Pendiri sekolah, Zhang Chen mengajari siswa cara-cara yang kurang diketahui masyarakat umum cara memeriksa produk merek besar tertentu, seperti misalnya, apa saja karakter pada kartu ID Chanel yang akan menyala di bawah sinar UV, atau huruf mana pada logo Chanel yang menggunakan font persegi dan bukan persegi.

(Foto: Unsplash)

Zhang mengklaim bahwa harga yang dia minta untuk kursusnya layak dibayar, karena kursusnya memberi siswa keuntungan dalam perdagangan barang mewah bekas yang sedang berkembang pesat.

Semua kliennya adalah orang kaya, tetapi mereka juga berasal dari semua lapisan masyarakat, dari editor majalah mode, hingga mantan pemalsu yang ingin mengembangkan keterampilan mereka dan mencari pekerjaan yang mudah.

Tapi sekolah yang didirikan Zhang ini bukanlah satu-satunya institusi terbaru yang menawarkan layanan semacam ini. Kembali pada tahun 2018, Sixth Tone menerbitkan artikel tentang kelas serupa yang ditawarkan oleh Luxury Appraisal Center. (lidya/yn)

Sumber: odditycentral

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular