Erabaru.net. “Bu, aku mencintaimu!” Ini terakhir kalinya Pu Xiaodan dari Fuzhou, Tiongkok, mendengar bisikan putrinya berusia 6 tahun yang sakit.

“Putri saya menyumbangkan dua kornea, satu hati, dan dua ginjal. Tumor anak itu disumbangkan ke rumah sakit di Fuzhou untuk penelitian ilmiah,” kata ibunya “Saya hanya ingin putri saya melanjutkan hidupnya dengan cara lain. “

Pada 3 Maret, Xiao Nuoen, seorang gadis berusia 6 tahun dari Fuzhou, Fujian, Tiongkok, meninggal karena kenkernya telah menyebar.

Sore harinya, Xiao Nuoen mendonasikan 1 hati, 1 pasang kornea, 2 ginjal dan jaringan tumor yang sakit.

Dia membawa harapan hidup untuk 3 orang dan 2 orang mendapatkan penglihatannya kembali.

Xiao Nuoen lahir pada Juli 2014. Akhir Desember 2019, dia tiba-tiba mengalami gejala sakit kepala. Awalnya pihak keluarga tidak peduli, namun dalam waktu dua hari sakitnya bertambah parah, setelah diperiksakan ke dokter didiagnosis menderita Diffuse Intrinsic Pontine Glioma (DIPG).

Dokter mengatakan bahwa prognosis penyakit ini sangat buruk, dengan waktu kelangsungan hidup rata-rata hanya sekitar 9 bulan.

Meskipun demikian, orangtua Nuoen tetap memutuskan untuk mencoba sebaik mungkin untuk merawatnya.

Selama diagnosis dan perawatan anak, ibu Xiao Nuoen, Pu Xiaodan, bergabung dengan kelompok DIPG untuk bertukar pengalaman pengobatan dengan semua orang. Saat ini, terdapat lebih dari 400 anggota keluarga pasien dalam kelompok tersebut.

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Nuoen mulai memili-milih makanannya dan berinisiatif untuk makan makanan yang baik untuk tubuh.

Selama radioterapi dan kemoterapi berikutnya, dia merasa kesakitan, untuk menghibur dirinya sendiri dia berkata: “Tahan Nuoen, Nuoen, ayolah tahan!”

Pada November tahun lalu, penyakit Nuoen sayangnya kambuh dan dirawat di rumah sakit.

Suatu malam, sepuluh hari sebelum dia pergi, dia melihat seorang anak meninggal di ponselnya dan bertanya kepada ibunya: “Ibu, apa yang terjadi dengannya?”

Ibunya mengatakan kepadanya: “Dia akan menjadi bidadari, sayang, jika kamu adalah bidadari, maukah kamu memberikan matamu kepada orang lain?”

Dia bertanya mengapa?

Ibunya mengatakan kepadanya, :”Karena kamu telah menjadi malaikat dan kamu akan memiliki sepasang sayap yang indah. Kamu dapat melihat ibu dan ayah tanpa matamu dan tetap melindungi ibu, tetapi orang lain membutuhkannya.”

“Tetapi sebelum itu, kamu masih bisa melihat ibu untuk sekarang dan melihat Disney”

Gadis itu menjawab,: ‘’Oke’’

Dari 1 Maret hingga 2 Maret, Xiao Nuoen menjalani dua prosedur penentuan kematian otak. Pu Xiaodan menandatangani “Formulir Pendaftaran untuk Konfirmasi Donasi Organ Manusia”.

Pada pagi hari tanggal 3 Maret Nuoen meninggal dunia dan sore harinya, Xiao Nuoen menyumbangkan 1 hati, 1 pasang kornea, dan 2 ginjal, yang membawa harapan hidup bagi 3 orang dan 2 orang untuk melihat dunia.

Dia juga menyumbangkan tumor yang sakit ke rumah sakit untuk tujuan penelitian medis.

Meskipun Nuoen telah pergi, Pu Xiaodan mengatakan, dia tidak akan mundur dari kelompok bantuan bersama DIPG anak-anak, berharap dia dapat membantu lebih banyak keluarga yang menderita DIPG.

Netizen telah meninggalkan pesan untuk berterima kasih kepada bidadari kecil berusia 6 tahun itu.

“Malaikat kecil berjalan jauh.”

“Kamu datang ke dunia, meninggalkan cinta dan harapan.” (lidya/yn)

Sumber:nnewsr

Video Rekomendasi:

https://youtu.be/WEQSqT2HRKA

Share

Video Popular