Erabaru.net. Pemerintah Malaysia mengumumkan pemberlakuan lockdown secara  nasional selama sebulan, mulai Rabu malam Idul Fitri  12 Mei 2021 di tengah lonjakan kasus penularan. Lockdown akan diakhiri hingga 7 Juni  2021.  Pembatasan di Malaysia disebut dengan “Perintah Kawalan Pergerakan” (PKP). 

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, lonjakan kasus tersebut “dapat memicu krisis nasional,” karena angka kematian mencapai rekor tertinggi selama akhir pekan.

Bagian dari lockdown yang diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia pada Senin lalu, mulai berlaku setelah dia memimpin rapat khusus Dewan Keamanan Nasional. Pembatasan perjalanan dan larangan kegiatan sosial, diberlakukan dalam dua hari menjelang lockdown secara nasional. 

“Dengan kasus harian melebihi 4.000 kasus, dan  37.396 kasus aktif dan 1.700 kematian pada 10 Mei, Malaysia menghadapi gelombang ketiga yang dapat memicu krisis nasional,” kata Muhyiddin dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, adanya virus varian baru dengan tingkat infektivitas lebih tinggi, apalagi kapasitas sistem pelayanan kesehatan masyarakat Malaysia sudah mencapai titik kritis. Sehingga menuntut pemerintah mengambil langkah secara drastis agar  tidak terjerumus kepada bencana kesehatan yang lebih parah. “

Muhyiddin Yassin mengatakan, rantai infeksi,  hanya dapat diputuskan dengan mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah “melalui pengendalian pergerakan secara ketat”.

Pada Senin 10 Mei, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan, Malaysia mencatatkan 3.807 infeksi COVID-19 dan 17 kematian selama 24 jam sebelumnya – sehingga secara total kumulatif masing-masing menjadi 444.484 kasus dan 1.700 kematian. Angka kematian setiap hari turun dari rekor hari Minggu sebanyak 26 kasus, menurut data kementerian kesehatan Malaysia. 

Perdana Menteri Malaysia juga mengumumkan, penutupan  bar atau ziarah kubur. Akan tetapi, masjid akan diizinkan untuk menggelar sholat subuh – dengan pembatasan. Masjid dengan kapasitas 1.000 atau lebih akan dibatasi 50 jamaah, sementara masjid yang lebih kecil akan dibatasi hingga 20 jamaah.

Larangan perjalanan antarnegara bagian dan antar-distrik, sudah berlaku dengan pengecualian untuk keadaan darurat, perawatan kesehatan, dan pekerjaan.

Pertemuan sosial termasuk pernikahan, upacara keagamaan, perayaan ulang tahun, dan acara pemerintah dan swasta lainnya juga dilarang. Restoran akan dibatasi hanya untuk layanan antar-jemput dan drive-through.

Lockdown di Malaysia  memerintahkan  semua institusi pendidikan ditutup kecuali untuk siswa yang mengikuti ujian internasional. Pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak, akan diizinkan buka berdasarkan protokol kesehatan untuk mengizinkan orangtua mereka berangkat kerja.

Sementara itu, Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak diduga melanggar protokol COVID-19, sebagaimana dikutip kanto berita Agence France-Presse melaporkan pada 7 Mei. Video online menunjukkan dia diduga gagal mencatat suhu tubuhnya dan masuk ke restoran di Kuala Lumpur pada Maret lalu.  Najib  didenda 3.000 ringgit, sementara pemilik restoran didenda 10.000 ringgit. 

Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia mengapresiasi lockdown yang dilakukan bukan perintah kontrol pergerakan secara total, karena beberapa bisnis dapat tetap buka dengan pembatasan.

Dr. Kuljit Singh kepada BenarNews mengatakan,  jika Anda menutup bisnis secara total, maka Anda akan memiliki masalah lain. Anda benar-benar tidak dapat menurunkan ekonomi ke tingkat seperti yang dilakukan pada periode pertama  lockdown dilakukan.  

Dia menunjukkan bahwa jika bisnis diharuskan untuk tutup – seperti lockdown sebelumnya – maka beberapa bisnis tak akan pernah bisa dibuka kembali.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba mengatakan, kementeriannya telah menerima laporan reaksi merugikan di antara penerima vaksin Pfizer, Sinovac atau AstraZeneca – tetapi tidak ada kasus yang memerlukan perawatan di rumah sakit yang berkepanjangan.

Hampir 10 juta dari 33 juta penduduk Malaysia telah mendaftar untuk divaksinasi – sementara lebih dari 1,1 juta orang  telah menerima kedua dosis vaksin COVID-19 dan hampir 700.000 telah menerima dosis pertama mereka. (asr)

Sumber : benarnews.org

Share

Video Popular