Erabaru.net. Seorang anak berusia 13 tahun, seharusnya adalah masa bagi anak pergi ke sekolah dan juga baermain untuk menikmati masa remajanya.

Namun, kehidupan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun ini berbeda, karena dia menjadi “orangtua” dari kelima adik-adiknya, tidak hanya mengurusi kehidupan sehari-hari mereka, tetapi juga mengurusi sekolah mereka.

Apa yang terjadi dengan keluarga ini? Faktanya, anak ini adalah anak tertua dalam keluarganya, dia berumur 13 tahun, dan si bungsu baru berumur 3 tahun.

Ayahnya dipenjara karena tindak kejahtan. Ibu mereka telah meninggalkan mereka.

Karena dia harus menanggung beban mengasuh lima adiknya. Terkadang saat dia merasa sangat tertekan, dia akan menyelinap ke dalam hutan di belakang rumahnya dan menangis, namun akan kembali ceria setelah menangis.

Dua tahun kemudian, dia sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Dia bangun jam 5 pagi untuk membuatkan sarapan untuk adik-adiknya, lalu mengawasi mereka pergi ke sekolah, karena ada yang masih berusia 3 tahun, ia harus mengurusnya sehingga dia tidak bisa melanjutkan ke sekolah.

Ketika adik-adiknya meninggalkan rumah, dia membawa adik bungsunya untuk menemaninya bekerja di ladang dan mengurus semua pekerjaan rumah. Di mata adik-adiknya, dia seperti orangtuanya, kemanapun sang kakak pergi pasti selalu bersamanya.

Adik-adiknya juga sangat pengertian, mereka membantu pekerjaan pertanian begitu mereka kembali dari sekolah, tapi dia selalu mendesak adik-adiknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka dan menyuruh mereka untuk belajar.

Makanan mereka sama setiap hari, semangkuk bubur, dan semangkuk sayur rebus.

Meski sederhana, anak-anak makan dengan senang hati, mungkin bagi mereka, mereka puas dan kenyang.

Namun, dia tidak pernah makan bersama adik-adiknya karena takut makanannya tidak cukup.

Setiap kali waktunya untuk makan, dia selalu menemukan segala macam alasan untuk meninggalkan adik-adiknya makan.

Dia menngatakan, betapapun sulitnya hidup, dia akan tumbuh bersama kelima adiknya.

Dia telah mengorbankan masa remajanya dan melakukan semuanya demi saudara-saudaranya.
Dia berharap saudara-saudaranya akan mengingat usahanya ketika mereka besar nanti, dan mereka akan kembali kepadanya untuk membalasnya ketika mereka telah mencapai sesuatu.(lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular