Erabaru.net. Ada ungkapan dalam hidup yang berkata “Hanya ada ibu yang baik di dunia”. Kita selalu memuji “cinta ibu adalah tanpa pamrih dan tanpa batas”, tetapi akankah hati setiap ibu penuh dengan cinta untuk anak-anaknya?

Beberapa waktu lalu, seorang blogger sosial bernama Xiao Hao memposting video pendek tentang kehidupan seorang anak yatim piatu berusi 2 tahun, dan videonya telah memicu perbincangan hangat di kalangan netizen.

Anak itu bernama ayougafu, ini bukan nama Jepang, tapi nama etnis minoritas, menurut spekulasi teman nama tersebut mungkin dari kelompok etnis Yi di Liangshan, Sichuan.

Ayougafu berusia dua setengah tahun, usia yang sangat memerlukan ibunya, tanpa seorang ibu, dia akan merasa tidak aman.

Ayougafu adalah anak yatim piatu. Ayahnya meninggal sebelum dia lahir. Kemudian, setahun setelah melahirkannya, ibunya pun memilih untuk meninggalkan rumah.

Dia sekarang tinggal bersama neneknya, dan hidupnya sangat sulit. Mereka hidup dari memulung sampah. Untuk mendapatkan sesuap nasi saja sulit, apalagi beli baju baru ?

Rumah Ayougafu di daerah pegunungan dengan mayoritas penduduk miskin, meskipun kondisi kehidupan orang lain sedikit lebih baik, mereka tidak akan sanggup untuk mengadopsi seorang anak, belum lagi ikatan yang dalam antara nenek dan cucu.

Ayougafu tidak pernah mengeluh tentang kehidupan, dia juga tidak pernah bersikap dingin di depan neneknya. Dia tampaknya terbiasa dengan kehidupan seperti ini, dan dia tampak peka dan tidak ingin membebani neneknya.

Namun, ada satu hal yang sangat mengganggu Ayougafu, yaitu dia sangat merindukan ibunya.

Ayougafu tidak pernah merasakan cinta seorang ibu sejak dia masih kecil, yang juga menyebabkan dia merasa sangat tidak bahagia. Saat melihat anak-anak lain bersama ibunya, dia akan memanggil ibunya.

Nenek tidak bisa menahannya, dia harus menggendong anak itu untuk menemukan bibi anak itu, dan membiarkan pelukan bibinya untuk mengobati kerinduannya pada ibunya.

Meskipun ini adalah tindakan alternatif yang bisa mengobati kerinduan cucunya, ini juga hanya memiliki efek yang kecil.

Lantas, bagaimana situasi Ayougafu saat ini? Xiao Hao telah mengirimkan pakaian, susu bubuk, tempat tidur dan kebutuhan sehari-hari lainnya kepada keluarga itu. Meski tidak banyak, namun tetap sangat bermanfaat bagi mereka. (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular