Erabaru.net. Tani Adewumi telah berubah dari seorang anak berusia 7 tahun yang tinggal di penampungan tunawisma menjadi seorang master catur nasional.

Keluarga Tani Adewumi melarikan diri dari Nigeria pada 2017 ketika nyawa mereka terancam dan akhirnya menetap di New York, AS.

Keluarga itu diberi tempat tinggal sementara di tempat penampungan tunawisma yang terletak di atas sebuah hotel.

Tani dan saudara laki-lakinya mendaftar di sekolah umum terdekat yang memiliki klub catur aktif dan Tani ingin bergabung. Ketika ibunya memberitahu para pelatih bahwa mereka tinggal di tempat penampungan dan tidak dapat membayar biaya sekitar Rp 4juta, mereka menggratiskan.

Tani menjadi populer ketika dia memenangkan kejuaraan catur Negara Bagian New York pada usia 8, hanya setelah satu tahun berlatih.

Pelatih caturnya telah menyiapkan GoFundMe setelah kemenangan bocah itu, yang membawa keluarganya ke sebuah apartemen dan keluar dari tempat penampungan tunawisma.

Halaman GoFundMe mengumpulkan lebih dari 250.000 dollar(sekitar Rp 3,5 miliar) dalam 10 hari. Seorang anonim juga menawarkan untuk membayar sewa apartemen mereka selama satu tahun.

Bulan ini, sebagai siswa kelas lima, Tani terus mengikuti turnamen tatap muka di Connecticut terbuka untuk pemain tingkat lanjut dari segala usia dan memenangkan setiap pertandingan. Dia muncul dengan rating catur 2223, membuatnya menjadi master catur nasional.

“Saya ingin menjadi grandmaster termuda,” katanya kepada The New York Times. “Saya ingin memilikinya saat saya berusia 11 atau 12 tahun.”

Sergey Karjakin adalah orang termuda yang pernah menjadi seorang grandmaster. Dia mencapai kehormatan itu pada usia 12 tahun.

Banyak yang membandingkan Tani dengan Beth Harmon dari serial Netflix populer “The Queens Gambit” yang katanya,: “Saya benar-benar melihat diri saya di dalamnya.” (lidya/yn)

Sumber: sunnyskyz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular