Li Hai dan Eva Fu

Departemen Luar Negeri AS, para anggota parlemen, para ahli, dan organisasi-organisasi di seluruh dunia mengutuk serangan terbaru yang brutal terhadap seorang jurnalis The Epoch Times di Hong Kong, menyuarakan dukungannya untuk upaya-upaya The Epoch Times dalam mengungkapkan kebenaran mengenai kengerian-kengerian yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok.

Sarah Liang, seorang jurnalis wanita untuk The Epoch Times edisi Hong Kong,  dipukuli oleh seorang pria tidak dikenal dengan sebuah tongkat softball aluminium pada hari Selasa sore 11 Mei 2021. Serangan itu diyakini diatur oleh rezim Tiongkok dalam upaya terbaru rezim Tiongkok untuk membungkam pelaporan publikasi.

BACA JUGA : Jurnalis Epoch Times Diserang oleh Pria dengan Pemukul Baseball di Hong Kong

Departemen Luar Negeri AS mengkritik serangan kekerasan terhadap seorang jurnalis Epoch Times Hong Kong sebagai tindakan “tak dapat diterima” dan mendesak penyelidikan secara menyeluruh.

“Amerika Serikat mengutuk serangan baru-baru ini yang dilakukan terhadap seorang jurnalis Epoch Times,” demikian pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada The Epoch Times pada 11 Mei.

“Serangan terhadap jurnalis tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi. Kami mendesak pihak berwenang untuk menyelesaikan penyelidikan secara penuh atas insiden ini serta serangan baru-baru ini terhadap fasilitas percetakan Epoch Times di Hong Kong, ” imbuhnya.

Senator AS dari Partai Republik Greg Steube (R-Fla.) dalam sebuah email kepada The Epoch Times juga mengutuk serangan tersebut.

“Serangan ini sepertinya adalah contoh mengerikan lainnya yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok dengan menggunakan kekerasan untuk membungkam kritik-kritik terhadap Partai Komunis Tiongkok dan pihak-pihak yang berusaha meminta pertanggungjawaban Partai Komunis Tiongkok atas pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan di Hong Kong,” kata Senator Partai Republik Greg Steube (R-Fla.) dalam sebuah email kepada The Epoch Times.

Rep. Greg Steube (R-Fla.) Berbicara di depan Komite Kehakiman DPR di Capitol Hill, di Washington, pada 4 Desember 2019. (Saul Loeb-Pool / Getty Images)

“Namun, meski mesin cetak The Epoch Times dihancurkan dan para jurnalis The Epoch Times menjadi sasaran target, The Epoch Times tidak pernah mundur untuk menyuarakan kebenaran mengenai kengerian-kengerian yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok, dan kami memuji keberanian The Epoch Times. Operasi-operasi Komunis Tiongkok yang bertanggung jawab atas serangan ini perlu dimintai pertanggungjawaban, dan kami akan terus melakukan bagian kami di Kongres untuk membela demokrasi dan pers bebas di Hong Kong,” Greg Steube menambahkan.

Bulan lalu, pabrik percetakan The Epoch Times edisi Hong Kong juga diserang oleh para penyusup yang memegang palu, memaksa pabrik percetakan itu untuk menghentikan operasi-operasi selama beberapa hari.

BACA JUGA :  Epoch Times Menyerukan Kecaman Dunia Internasional atas Serangan Terhadap Jurnalisnya di Hong Kong

Politisi Inggris David Alton, Lord Alton dari Liverpool, juga mengutuk serangan tersebut.

“Serangan yang tercela dan brutal terhadap Sarah Liang adalah sangat menyedihkan. Hal itu menunjukkan sifat kekerasan dari sebuah ideologi yang berusaha untuk memaksa, menakut-nakuti, dan meneror para penyuara kebenaran. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hari Kebebasan Pers Sedunia, yang menandai prinsip-prinsip dasar kebebasan pers. Orang-orang yang memiliki hak istimewa untuk hidup dalam masyarakat yang demokratis dan bebas harus selalu membela media dari serangan-serangan terhadap kemerdekaan media, khususnya orang-orang yang dibunuh atau diserang saat melakukan tugasnya,” ujarnya. 

“Serangan yang bersifat pengecut terhadap Sarah Liang ini seharusnya membuat kita lebih bertekad untuk menegakkan kebebasan-kebebasan itu, dinyatakan dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia,” Lord Alton melanjutkan.

Aktivis hak asasi manusia dan penulis dari Inggris bernama Benedict Rogers mengutuk serangan tersebut sebagai “mengejutkan dan keterlaluan.”

“Serangan ini adalah mengejutkan dan keterlaluan, dan ilustrasi lain dari ancaman-ancaman yang berbahaya terhadap kebebasan media, kebebasan berekspresi, dan kebebasan beragama atau berkeyakinan di Hong Kong,” kata Benedict Rogers kepada The Epoch Times dalam sebuah email. 

Benedict Rogers berbicara dengan program The Epoch Times American Thought Leaders pada Juli 2019

 

Ia adalah kepala eksekutif dan pendiri Hong Kong Watch dan juga salah satu pendiri Komisi Hak Asasi Manusia Partai Konservatif di Inggris.

“Saya mendesak masyarakat internasional untuk bersuara dan menuntut agar penyerang dibawa ke pengadilan,” Benedict Rogers menambahkan.

The Committee to Protect Journalists -CPJ- mengatakan pada tanggal 11 Mei bahwa Kepolisian Hong Kong harus melakukan sebuah penyelidikan yang cepat dan menyeluruh terhadap serangan tersebut dan menahan orang-orang yang bertanggung jawab.

“Kepolisian Hong Kong tidak boleh membiarkan serangan yang kurang ajar  dan tanpa hukum itu terhadap jurnalis The Epoch Times Sarah Liang tidak terselesaikan,” kata koordinator program CPJ Asia, Steven Butler, di Washington, D.C. 

Sarah Liang, seorang Jurnalis untuk The Epoch Times edisi Hong Kong, menunjukkan kakinya yang memar di rumahnya di Hong Kong pada tanggal 11 Mei 2021. (Sarah Liang / The Epoch Times)

“Pihak berwenang tidak boleh menyia-nyiakan waktu membawa para pelaku ke pengadilan, dan harus memastikan keamanan untuk semua jurnalis yang bekerja di Hong Kong,” tambahnya. 

Asosiasi Jurnalis Hong Kong merilis sebuah pernyataan yang mengutuk serangan itu dan mendesak polisi untuk melakukan sebuah penyelidikan yang serius.

Reporters Without Borders, sebuah organisasi nirlaba internasional yang bertujuan untuk mempertahankan kebebasan pers secara global, mengutuk serangan tersebut dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“@RSF_inter mengutuk serangan hari ini terhadap jurnalis @EpochTimesHK

@ SarahLiangHk1, yang dirawat di rumah sakit setelah seseorang tidak dikenal menyerangnya dengan sebuah tongkat bisbol di #HongKong. Pada April, Sarah Liang melaporkan bahwa ia telah dikuntit oleh seorang pria tidak dikenal,” tulis Reporters Without Borders. 

Reporters Without Borders mencatat bahwa fasilitas The Epoch Times di Hong Kong baru-baru ini diserang, sementara meminta Kepala Eksekutif Carrie Lam untuk “mengambil tindakan segera.”

PEN America, sebuah organisasi nonprofit di New York yang mengadvokasi kebebasan berekspresi, juga menyerukan “penyelidikan menyeluruh, transparan, dan tidak memihak”.

“Tidak ada taktik yang lebih berbahaya untuk membungkam pers bebas daripada menyerang jurnalis secara fisik,” kata seorang juru bicara kepada The Epoch Times.

Dalam sebuah pernyataan, The Epoch Times mengatakan bahwa pihaknya “dengan sungguh-sungguh menyatakan tidak akan mundur dan akan terus melaporkan dengan jujur ​​dan melayani kepentingan-kepentingan yang terbaik bagi Hong Kong.” (Vv)

Share

Video Popular