NTDTV.com

Putaran kedua dari epidemi virus Komunis Tiongkok (COVID-19) membawa bencana ke India. Permintaan India untuk vaksin dan obat-obatan serta bahan baku obat terkait telah melonjak. Selain itu, ibu kota New Delhi akan memperpanjang blokade selama satu minggu. Di India, jumlah kasus baru pada (16/5) ada 311.170 kasus, dan jumlah kematian ada 4.077 kasus.

Blokade yang awalnya diakhiri oleh New Delhi pada (17/5) akan diperpanjang selama seminggu hingga pukul 05.00 pagi pada (24/5/2021). 

Pada Minggu (16/5), India menerima batch kedua dari vaksin Sputnik-V Rusia.

Duta Besar Rusia untuk India, Nikolay Kudashev mengatakan,  “Kami sangat senang melihat Rusia dan India bekerja sama untuk memerangi COVID-19. Ini adalah salah satu bidang penting dari kerja sama bilateral kami.”

Tidak hanya pasokan vaksin virus Komunis Tiongkok yang sangat membutuhkan bantuan luar negeri, permintaan India untuk obat-obatan terapeutik dan bahan baku terkait juga melonjak. 

Menurut Economic Times of India, hampir 70% bahan baku farmasi dibeli oleh perusahaan farmasi India dari Tiongkok. Namun, harga beberapa bahan baku sempat beberapa kali naik beberapa hari lalu. 

Oleh karena itu India mendesak pemerintah Tiongkok untuk menstabilkan harga obat dan bahan baku terkait wabah tersebut dan membiarkan pesawat kargo terbang tanpa gangguan.

Selain itu, ratusan jenazah ditemukan di tepian Sungai Gangga di India, dan beberapa jenazah terapung di sungai. Orang-orang di sepanjang tepian sangat khawatir. Meskipun Reuters melaporkan bahwa beberapa pejabat lokal di India mengakui bahwa jenazah di beberapa sungai adalah mati akibat virus Komunis Tiongkok, namun pejabat India belum memastikan penyebab kematian jenazah tersebut. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular