Erabaru.net. Selama epidemi, jalan-jalan di seluruh kota tiba-tiba kosong, seolah tombol jeda kehidupan telah ditekan.

Setelah mengirim kebutuhan sehari-hari kepada putrinya di unit perawatan intensif, dia dan istrinya mondar-mandir di lantai bawah di bagian rawat inap, enggan pergi untuk waktu yang lama.

Mereka selalu khawatir dengan putrinya, putrinya yang berusia 6 tahun sedang dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Fuwai Beijing .

Sejak putrinya masuk ICU, dia dan istri sering mengambil mainan favorit anak-anaknya dan menunggunya di koridor pintu masuk ICU, karena itu tempat yang paling dekat dengan putrinya.

Saat ini, karena wabah, semua anggota keluarga pasien hanya dapat mengirim barang di bagian bawah ruang rawat inap.

Putrinya didiagnosa dengan “penyakit jantung bawaan” 2 jam sebelum lahir. Selama 6 tahun, dia hidup dengan rasa takut kehilangan putrinya kapan saja.

Meskipun banyak orang menyarankan agar mereka berhenti berobat, melihat putrinya yang cantik, mereka tidak pernah goyah untuk terus menyembuhkannya.

Selama berhari-hari, karena mereka tidak bisa melihat anaknya, dia melihat video dan foto anaknya setiap malam.

Melihat senyum manis anak itu di masa lalu, dia menangis dan tertawa dari waktu ke waktu. Di malam hari, dia sering bermimpi bahwa anak perempuannya muncul di depannya dan memanggilnya, ketika dia pergi untuk memeluk anak itu, dia tiba-tiba terbangun dan menangis.

Setiap hari jam 4 sore, pihak rumah sakit akan menelponnya untuk menginformasikan kondisi anak dan keadaan saat ini. Jika pihak RS menelpon di luar waktu biasanya pasti dalam kondisi kritis, sehingga mereka akan ketakutan saat menerima telepon dari rumah sakit. Seluruh tubuh selalu terasa gemetar untuk menerima kabar.

Du Nianjin dan istrinya Wang Baorong tinggal di Desa Houfangzhuang, Provinsi Shandong, Tiongkok. Pada 12 Januari 2014, istrinya melahirkan, dua jam sebelum anaknya lahir, dia didiagnosis menderita murmur jantung.

Pemeriksaan kehamilan, USG color Doppler dan berbagai pemeriksaan yang dilakukan oleh istri selama pemeriksaan maternitas semuanya menunjukkan normal, kita tidak tahu mengapa murmur jantung baru terdeteksi saat lahir?

Setelah putrinya lahir, dia menderita hipoksia dan memar kulit, dan dia langsung dipindahkan ke unit perawatan intensif rumah sakit kabupaten untuk perawatan selama 3 hari.

Setelah kondisinya stabil, dia menjalani pemeriksaan USG dan USG Doppler warna jantung, dan akhirnya didiagnosis sebagai “penyakit jantung bawaan”. Karena anak masih terlalu kecil dan fisiknya lemah, maka resiko pembedahan menjadi lebih tinggi. Dokter menganjurkan memberikan makan yang baik dan menunggu pembedahan setelah beranjak dewasa.

Karena putrinya menderita penyakit jantung bawaan, mereka merawatnya dengan sangat hati-hati, tetapi karena fisiknya yang buruk, lebih dari setengah bulan dihabiskan untuk mengobati pilek, demam, dan radang paru-paru, dan obatnya tidak pernah berhenti.

Ketika anaknya berumur 8 bulan, dia menderita radang paru-paru parah dan kesulitan bernapas. Rumah sakit mengatakan bahwa kondisi anak itu kritis. Saat itu, bibinya telah menyiapkan semua persiapan kematiannya

Ketika dia mendengar berita itu, dia bergegas pulang dari lokasi konstruksi dan melihat putrinya yang sekarat, dia menepuk punggungnya, dan menyedot dahak putrinya dan membuangnya, itu berlangsung selama tiga hari tiga malam. Mungkin ketulusannya yang menggerakkan Tuhan, dan anak itu secara ajaib membaik.

Ketika putrinya berusia satu tahun, mereka membawanya ke rumah sakit di Qingdao untuk perawatan. Setelah berbagai pemeriksaan, dokter menggelengkan kepala kepada mereka setelah membaca hasil diagnosa, dia dan istrinya sangat terpukul dan menangis.

Anak itu lucu sekali, apalagi saat mereka mendengarnya memanggil ayah dan ibu, mereka tidak akan menyerah!

Karena alasan ini, mereka membawa anaknya ke rumah sakit di Jinan, rumah sakit di Shanghai, dll., namun mereka tidak dapat memberikan perawatan untuk putrinya.

Seiring anak tumbuh dari hari ke hari, melihat putrinya yang semakin bijaksana dan cantik, mereka tidak pernah menyerah dan mereka selalu bersikeras mencari rumah sakit terbaik yang dapat memberikan perawatan untuk putrinya.

Pada akhir tahun 2017, seorang dokter memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mengunjungi Rumah Sakit Fuwai di Beijing.

Tepat setelah Festival Musim Semi tahun 2018, mereka membawa anaknya ke Rumah Sakit Fuwai di Beijing dengan penuh harapan.

Setelah berbagai pemeriksaan seperti USG Doppler warna jantung dan radiografi, dokter mengatakan bahwa penyakit anak sangat serius dan kemungkinan sembuh sekitar 50%.

Selama masih ada secercah harapan, mereka semua ingin mencoba. Akhirnya, dia melakukan operasai untuk anak itu pada September 2018.

Operasinya berjalan dengan baik dan pemulihannya bagus. Selama perawatan, situasinya selalu dalam kondisi baik setiap kali setelah diperiksa, dan seluruh keluarga menantikan operasi kedua.

Pada akhir Mei tahun lalu, anak itu terserang flu dan mengalami beberapa pembengkakan di sekujur tubuhnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, dinyatakan sebagai “gagal jantung”.

Dokter menganjurkan operasi sesegera mungkin. Setelah bolak-balik ke Beijing 8 kali, akhirnya anak itu sudah memenuhi standar pembedahan dan semuanya sudah siap, berharap bahwa operasi radikal kedua akan berjalan mulus seperti yang pertama.

Segera, putrinya menjalani penutupan kolateral paru-paru dan angiografi. Selama operasi, fisik putrinya menunjukan tanda stabil, dengan anestesi umum dan loop ekstrakorporeal suhu rendah, operasi atresia paru radikal + pembentukan arteri pulmonalis + perbaikan atrioventrikular + fenestrasi ventrikel, dll. Operasi berlangsung lebih dari 11 jam.

Ketika dokter memberi tahu mereka bahwa semuanya berjalan dengan baik untuk operasi anak itu, dia dan istrinya menangis.

Dokter mengatakan bahwa anak tersebut membutuhkan rehabilitasi jangka panjang di masa depan. Dia tidak menyangka hasilnya seperti itu, yang jelas operasinya berhasil.

Dia selalu betanya, mengapa anaknya menderita seperti itu? Namun, putrinya sekali lagi menciptakan keajaiban. Putrinya perlahan lahan sadar kembali terlihat seperti akan menangis dan tertawa, tetapi anggota tubuhnya masih tidak menanggapi rangsangan eksternal.

Setelah berkonsultasi dengan ahli rumah sakit, dianjurkan untuk memberikan terapi oksigen hiperbarik pada anak dikombinasikan dengan perawatan rehabilitasi, kemungkinan kesembuhannya masih sangat tinggi, tetapi biaya perawatan lanjutannya juga akan tinggi.

Dia tidak dapat menghitung berapa kali putrinya dirawat di rumah sakit sejak dia lahir. Selama bertahun-tahun, keluarganya selalu tidak memiliki tabungan.

Lebih dari 300.000 yuan (sekitar Rp 663juta) telah dihabiskan untuk perawatan putrinya di rumah sakit, dan lebih dari 260.000 yuan (sekitar 575juta) saat ini menunggak.

Kerabat dan teman berulang kali selalu meminjamkan uang pada mereka , tapi selama masih ada secercah harapan, mereka tidak akan pernah menyerah. Setelah berjuang selama 6 tahun, mereka tidak bisa menyerah begitu saja!

Seseorang bertanya kepadanya , apakah dia terus akan menjalani perawatan untuk putrinya sepanjang hari dalam ketakutan? Lelah, tentu saja capek, tapi dia tidak pernah berpikir untuk menyerah, karena anak itu memanggilnya Ayah, dia ingin menggendongnya di pundaknya lagi! (lidya/yn)

Sumber: homenews11

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular