Erabaru.net. Saya tidak tahu apakah Anda pernah menemukan pengalaman anggota keluarga yang telah meninggalkan dunia dan kembali untuk mengucapkan terima kasih?

Ada laporan media tentang tiga anak perempuan di Distrik Dajia, Taichung, Taiwan. Tiga gadis itu berusia 11 , 9 dan 4 tahun saat itu. Keluarga gadis itu hidup dalam kemiskinan dan terkadang juga sulit untuk mendapatkan makanan.

Karena ayah sebagai tulang punggung keluarga menderita sakit, jadi untuk penopang ekonomi keluarga hanya bisa mengandalkan pada ibunya. Wanita berusia 34 tahun bermarga Hong itu berjuang keras untuk menghidupi ketiga anaknya, tapi dia tidak menyangka akan didiagnosis dengan penyakit paru-paru akut oleh pihak rumah sakit beberapa tahun yang lalu.

Namun karena biaya pengobatan yang mahal, pengobatannya seringkali terhenti. Kondisi ibu itu bertambah buruk. Ia tidak bisa terus menopang beban keluarganya. Ia lantas menitipkan ketiga anaknya kepada sang bibi untuk merawatnya.

Sayangnya, pada malam Hari Ibu, ibu itu meninggal dunia karena sakitnya. Kartu ucapan hari ibu yang telah disiapkan oleh ketiga anaknya sudah terlambat untuk diberikan padanya. Kehidupan keluarga itu berada dalam situasi yang sulit, mereka juga tidak ada uang untuk pemakaman ibunya, benar-benar merasa tidak berdaya

 

Setelah mengetahui kejadian tersebut, guru dari tiga bersaudara tersebut meminta bantuan Lin Qingliang, kepala desa di mana guru itu tinggal. Lin Qingliang adalah orang yang suka menolong, mendengar berita tersebut dia mengatakan: “Biarpun bukan orang yang tinggal di suku kita, aku bersedia membantu!”

Kemudian dia segera berangkat untuk mencari tahu situasi di rumah ketiga bersaudara itu.

Tanpa diduga, ketika Lin Qingliang mengunjungi keluarga gadis itu, ada pemandangan yang aneh. Tepat ketika Qingliang dan keluarga yang sedang berduka itu berbincang ,di tengah percakapan, sekelompok besar serangga ngengat tiba-tiba muncul di rumah.

Semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, secara naluriah Qingliang berpikir bahwa itu mungkin manifestasi dari ibu yang telah pergi, lalu memperkenalkan dirinya dan berkata:“Saya harap Anda dapat dengan jujur ​​memberi tahu saya kesulitan yang Anda hadapi. Saya di sini untuk membantu Anda dan ketiga saudara perempuan!”

Setelah kepala suku menyatakan niatnya, semua ngengat menghilang, dan membuatnya terkejut di tempat.

Setelah mengunjungi keluarga tiga gadis itu, kepala desa itu juga pergi ke rumah duka untuk mempersembahkan dupa.

Setelah kembali ke mobilnya, tiba-tiba dia mencium bau dupa tersebut. Dia menggambarkan, “Bau ini seperti bau pembakaran dupa untuk beribadah. Tetapi tidak ada wewangian di dalam mobil. Dia merasa bahwa ibu gadis itu mengucapkan terima kasih yang istimewa.

Akhirnya, dengan bantuan dari Lin Qingliang, kerabat, teman, dan organisasi amal yang antusias, terkumpul lebih dari 500 juta sumbangan.

Akhirnya, ibu dari tiga bersaudara ini dapat dimakamkan dengan lancar. Setelah pemakaman, Anggota keluarga pun berterima kasih, dan bahkan nenek mereka meminta para gadis itu untuk berlutut dan berterima kasih padanyaLin Qingliang.

Lin Qingliang segera memeluk 3 bersaudara tiu untuk mencegahnya berlutut, dan berkata kepada keluarganya: “Saya juga berasal dari keluarga yang miskin, namun, sekarang saya memiliki kemampuan, saya pasti akan membantu dalam situasi ini. Membantu bukan untuk mendapatkan ucapan terterima kasih atau meningkatkan nama untuk.”

Ibu gadis itu mengucapkan terima kasih dengan caranya sendiri. Terima kasih kepada Lin Qingliang, atas cinta dan kemurahan hatinya yang tanpa pamrih untuk membantuk 3 gadis yang keluarganya sedang mengalami kesulitan. (lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular