oleh Zhou Qi

Parlemen Eropa pada  Kamis (20/5/2021),mengambil keputusan untuk menangguhkan perjanjian investasi dengan komunis Tiongkok sampai Beijing membatalkan tindakan pembalasan sanksi terhadap pejabat, diplomat, cendekiawan dan peneliti Uni Eropa melalui pemungutan suara.

Parlemen Eropa melalui pemungutan suara dengan hasil 599 suara mendukung, 30 suara menentang dan 58 suara abstain telah memutuskan untuk membekukan “Perjanjian Investasi Komprehensif Uni Eropa – Tiongkok”.

“Perjanjian Investasi Komprehensif” perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Parlemen Eropa sebelum bisa menjadi undang-undang. Namun, karena pemerintah komunis Tiongkok memberlakukan sanksi kepada warga negara Uni Eropa, Parlemen Eropa memilih untuk membekukan proses persetujuannya.

Mosi tersebut mendapat dukungan dari semua partai politik besar di Parlemen Eropa. Ini menandakan bahwa sanksi pemerintah komunis Tiongkok, malahan “membantu” Parlemen Eropa untuk menyatukan faksi-faksi politik.

Setelah menghabiskan waktu 7 tahun bagi Beijing untuk bernegosiasi, “menggiring bola perjanjian negosiasi mendekati gawang Uni Eropa dan nyaris membuahkan gol”.

Beijing justru “menendang kaki” Uni Eropa, melalui memberikan sanksi balasan kepada pejabat, diplomat, cendekiawan dan peneliti Uni Eropa pada bulan Maret lalu. Itu menyusul Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan entitas pemerintah komunis Tiongkok yang melanggar hak asasi manusia Xinjiang. Dengan demikian, Beijing selain diprotes oleh Eropa dan Amerika Serikat, bahkan membuang kesempatan untuk menciptakan gol. 

Reinhard Butikofer, Menteri Perlindungan Lingkungan Jerman mengatakan : “Pemerintah komunis Tiongkok sangat berharap untuk mencapai Perjanjian Investasi Komprehensif, tetapi mereka telah salah perhitungan dan masih meremehkan tekad Parlemen Eropa untuk membela kepentingan dan nilai-nilai Eropa”. (sin)

Share

Video Popular